Tren Liburan Domestik Menguat, Hotel Siap Sambut Long Weekend Mei
Selasa, 28 Apr 2026, 20:43 WIBJAKARTA â Lonjakan perjalanan domestik saat periode Lebaran 2026 diperkirakan berlanjut pada rangkaian libur panjang bulan Mei. Hal itu terlihat dari laporan terbaru SiteMinder yang mencatat peningkatan signifikan pemesanan hotel oleh wisatawan domestik di berbagai daerah Indonesia.
Menurut data SiteMinder yang dirilis di Jakarta, Senin (28/4/2026), wisatawan domestik menyumbang 52 persen dari total pemesanan hotel di Indonesia selama Maret 2026, terutama pada periode Lebaran. Angka tersebut naik empat poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di level 48 persen.
Kenaikan ini sekaligus melanjutkan tren pertumbuhan tahunan. Dalam laporan Hotel Booking Trends, SiteMinder mencatat tamu domestik menyumbang 48 persen total pemesanan hotel di Indonesia pada 2025, meningkat dari 43 persen pada 2024.
Long Weekend Mei Diprediksi Dongkrak Perjalanan
Indonesia memiliki sejumlah libur panjang pada Mei 2026, di antaranya Hari Buruh Internasional, Kenaikan Isa Almasih, dan Idul Adha. Momentum ini diperkirakan akan mendorong minat masyarakat untuk bepergian, terutama ke destinasi wisata regional yang lebih dekat dan mudah dijangkau.
SiteMinder menilai pola perjalanan saat Lebaran menjadi indikator kuat bahwa wisata domestik tetap menjadi tulang punggung industri perhotelan nasional.
Lombok, Yogyakarta, dan Bandung Tumbuh Pesat
Selama periode Lebaran, pemesanan hotel meningkat di sejumlah destinasi regional. Dibandingkan Lebaran 2025, Lombok mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 7,5 persen, disusul Yogyakarta sebesar 7,1 persen, dan Bandung sebesar 6,8 persen.
Seluruh capaian tersebut berada di atas rata-rata nasional yang tumbuh 2,6 persen.
Sementara itu, Bali mencatat pertumbuhan relatif stabil sebesar 0,1 persen, sejalan dengan tingginya permintaan dasar yang sudah kuat sejak lama.
Wisatawan Semakin Mendadak Memesan Hotel
Selain jumlah pemesanan meningkat, wisatawan Indonesia juga dinilai semakin fleksibel dalam merencanakan perjalanan. Hal itu terlihat dari semakin pendeknya lead time atau jarak waktu antara pemesanan hotel dan tanggal kedatangan.
Secara nasional, rata-rata lead time turun dari 16 hari pada 2025 menjadi 15 hari pada 2026.
Lombok mengalami penurunan paling tajam, dari rata-rata 24 hari menjadi 20 hari atau turun 16 persen. Bali turun menjadi 31 hari atau minus 7,9 persen, sementara Bandung hanya 8 hari atau turun 5,4 persen.
Country Manager SiteMinder Indonesia, Fifin Prapmasari, mengatakan pola tersebut menunjukkan perubahan perilaku wisatawan domestik.
âLebaran tahun ini tetap berakar kuat pada nilai kebersamaan keluarga, namun semakin dipengaruhi oleh keinginan menciptakan pengalaman baru, mulai dari staycation, perjalanan ke destinasi regional, hingga fleksibilitas bepergian sesuai preferensi masing-masing,â ujarnya.
Menurut dia, pertumbuhan kuat di Lombok, Yogyakarta, dan Bandung memperlihatkan masyarakat mulai mencari alternatif tujuan selain destinasi utama.
Tarif Hotel Turun, Persaingan Makin Ketat
Di tengah kenaikan pemesanan, hotel-hotel di Indonesia juga menyesuaikan harga kamar sebagai bagian dari strategi menarik wisatawan domestik.
Secara nasional, rata-rata tarif harian atau average daily rate (ADR) turun 3,3 persen secara tahunan, dari Rp1,77 juta pada 2025 menjadi Rp1,71 juta pada 2026.
Bali mencatat penurunan terbesar, yakni 7,4 persen menjadi Rp2,49 juta. Yogyakarta turun 3,4 persen menjadi Rp1,29 juta, sementara Lombok turun 3,2 persen menjadi Rp1,97 juta.
Bandung menjadi satu-satunya kota yang mengalami kenaikan tarif, yakni 2,5 persen, dari Rp932 ribu menjadi Rp955 ribu.
Hotel Diminta Siapkan Strategi Baru
Prapmasari menilai tren pertumbuhan perjalanan domestik memberi peluang besar bagi hotel, terutama di kota-kota regional.
âHotel berada pada posisi strategis untuk menjangkau tamu yang mencari pengalaman bermakna lebih dekat dengan rumah. Untuk memaksimalkan peluang ini, hotel perlu menghadirkan paket menginap bernilai tambah dan strategi pendapatan yang dinamis,â katanya.
Menurutnya, hotel yang mampu menyesuaikan penawaran dengan cepat akan berada dalam posisi kuat untuk meningkatkan pendapatan, tidak hanya saat Lebaran tetapi juga sepanjang libur panjang berikutnya.
Wisata Domestik Jadi Penopang Industri
Data SiteMinder menunjukkan wisatawan domestik kini semakin penting bagi sektor perhotelan Indonesia. Di tengah kondisi ekonomi global yang fluktuatif dan persaingan pariwisata internasional, pasar dalam negeri menjadi penopang utama.
Dengan banyaknya long weekend sepanjang 2026, industri perhotelan diperkirakan masih akan menikmati permintaan yang stabil. Destinasi regional dengan akses mudah, harga kompetitif, dan pengalaman unik diprediksi menjadi favorit wisatawan Indonesia.
FotoÂ
Tren Liburan Domestik Menguat, Hotel Siap Sambut Long Weekend Mei
JAKARTA â Lonjakan perjalanan domestik saat periode Lebaran 2026 diperkirakan berlanjut pada rangkaian libur panjang bulan Mei. Hal itu terlihat dari laporan terbaru SiteMinder yang mencatat peningkatan signifikan pemesanan hotel oleh wisatawan domestik di berbagai daerah Indonesia.
Menurut data SiteMinder yang dirilis di Jakarta, Senin (28/4), wisatawan domestik menyumbang 52 persen dari total pemesanan hotel di Indonesia selama Maret 2026, terutama pada periode Lebaran. Angka tersebut naik empat poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di level 48 persen.
Kenaikan ini sekaligus melanjutkan tren pertumbuhan tahunan. Dalam laporan Hotel Booking Trends, SiteMinder mencatat tamu domestik menyumbang 48 persen total pemesanan hotel di Indonesia pada 2025, meningkat dari 43 persen pada 2024.
Long Weekend Mei Diprediksi Dongkrak Perjalanan
Indonesia memiliki sejumlah libur panjang pada Mei 2026, di antaranya Hari Buruh Internasional, Kenaikan Isa Almasih, dan Idul Adha. Momentum ini diperkirakan akan mendorong minat masyarakat untuk bepergian, terutama ke destinasi wisata regional yang lebih dekat dan mudah dijangkau.
SiteMinder menilai pola perjalanan saat Lebaran menjadi indikator kuat bahwa wisata domestik tetap menjadi tulang punggung industri perhotelan nasional.
Lombok, Yogyakarta, dan Bandung Tumbuh Pesat
Selama periode Lebaran, pemesanan hotel meningkat di sejumlah destinasi regional. Dibandingkan Lebaran 2025, Lombok mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 7,5 persen, disusul Yogyakarta sebesar 7,1 persen, dan Bandung sebesar 6,8 persen.
Seluruh capaian tersebut berada di atas rata-rata nasional yang tumbuh 2,6 persen.
Sementara itu, Bali mencatat pertumbuhan relatif stabil sebesar 0,1 persen, sejalan dengan tingginya permintaan dasar yang sudah kuat sejak lama.
Wisatawan Semakin Mendadak Memesan Hotel
Selain jumlah pemesanan meningkat, wisatawan Indonesia juga dinilai semakin fleksibel dalam merencanakan perjalanan. Hal itu terlihat dari semakin pendeknya lead time atau jarak waktu antara pemesanan hotel dan tanggal kedatangan.
Secara nasional, rata-rata lead time turun dari 16 hari pada 2025 menjadi 15 hari pada 2026.
Lombok mengalami penurunan paling tajam, dari rata-rata 24 hari menjadi 20 hari atau turun 16 persen. Bali turun menjadi 31 hari atau minus 7,9 persen, sementara Bandung hanya 8 hari atau turun 5,4 persen.
Country Manager SiteMinder Indonesia, Fifin Prapmasari, mengatakan pola tersebut menunjukkan perubahan perilaku wisatawan domestik.
âLebaran tahun ini tetap berakar kuat pada nilai kebersamaan keluarga, namun semakin dipengaruhi oleh keinginan menciptakan pengalaman baru, mulai dari staycation, perjalanan ke destinasi regional, hingga fleksibilitas bepergian sesuai preferensi masing-masing,â ujarnya.
Menurut dia, pertumbuhan kuat di Lombok, Yogyakarta, dan Bandung memperlihatkan masyarakat mulai mencari alternatif tujuan selain destinasi utama.
Tarif Hotel Turun, Persaingan Makin Ketat
Di tengah kenaikan pemesanan, hotel-hotel di Indonesia juga menyesuaikan harga kamar sebagai bagian dari strategi menarik wisatawan domestik.
Secara nasional, rata-rata tarif harian atau average daily rate (ADR) turun 3,3 persen secara tahunan, dari Rp1,77 juta pada 2025 menjadi Rp1,71 juta pada 2026.
Bali mencatat penurunan terbesar, yakni 7,4 persen menjadi Rp2,49 juta. Yogyakarta turun 3,4 persen menjadi Rp1,29 juta, sementara Lombok turun 3,2 persen menjadi Rp1,97 juta.
Bandung menjadi satu-satunya kota yang mengalami kenaikan tarif, yakni 2,5 persen, dari Rp932 ribu menjadi Rp955 ribu.
Hotel Diminta Siapkan Strategi Baru
Prapmasari menilai tren pertumbuhan perjalanan domestik memberi peluang besar bagi hotel, terutama di kota-kota regional.
âHotel berada pada posisi strategis untuk menjangkau tamu yang mencari pengalaman bermakna lebih dekat dengan rumah. Untuk memaksimalkan peluang ini, hotel perlu menghadirkan paket menginap bernilai tambah dan strategi pendapatan yang dinamis,â katanya.
Menurutnya, hotel yang mampu menyesuaikan penawaran dengan cepat akan berada dalam posisi kuat untuk meningkatkan pendapatan, tidak hanya saat Lebaran tetapi juga sepanjang libur panjang berikutnya.
Wisata Domestik Jadi Penopang Industri
Data SiteMinder menunjukkan wisatawan domestik kini semakin penting bagi sektor perhotelan Indonesia. Di tengah kondisi ekonomi global yang fluktuatif dan persaingan pariwisata internasional, pasar dalam negeri menjadi penopang utama.
Dengan banyaknya long weekend sepanjang 2026, industri perhotelan diperkirakan masih akan menikmati permintaan yang stabil. Destinasi regional dengan akses mudah, harga kompetitif, dan pengalaman unik diprediksi menjadi favorit wisatawan Indonesia.
- Yogyakarta
- Lombok
- Bali
- industri perhotelan
- Wisatawan Domestik
- Staycation
- pariwisata domestik
- SiteMinder
- Kota Bandung
- Lebaran 2026
- pemesanan hotel
- long weekend Mei
- hotel Indonesia
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
IKWI Perkuat Identitas dan Legalitas Organisasi
-
Pelabuhan Tanjung Priok Melayani 31.059 Penumpang Arus Mudik dan Arus Balik
-
Demi Harga Diri Bangsa: Ambisi Besar Kevin Diks Tumbangkan Bulgaria di Hadapan Publik Sendiri
-
Bupati Bogor Minta Inspektorat Siapkan Laporan Dugaan Jual Beli Jabatan ASN
-
Kemenhaj Memastikan Persiapan Haji 2026 Tetap Jalan di Tengah Konflik Timur Tengah
-
Pasca Lebaran, Sekretariat DPRD DKI Jakarta Gelar Cek Kesehatan Gratis Bagi Pegawai
-
1.200 Sekolah Cianjur Segera Diperbaiki
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.