Strava Metro Report: Baby Boomer Jadi Generasi Paling Rajin Naik Sepeda

Senin, 27 Apr 2026, 20:38 WIB

JAKARTA – Strava merilis laporan perdana bertajuk Strava Metro: Commute Report yang mengungkap tren global berkomuter menggunakan sepeda sepanjang 2025. Laporan tersebut menunjukkan total jarak yang ditempuh pesepeda untuk perjalanan harian mencapai 550 juta mil atau sekitar 885,1 juta kilometer.

Angka tersebut setara dengan mengelilingi bumi sebanyak 22.000 kali. Bahkan, jarak itu disebut lebih dari 2.170 kali lintasan misi Artemis II yang akan mengitari bulan.

Ket. Foto: Strava Metro: Commute Report. Aplikasi Strava merilis laporan perdana Strava Metro: Commute Report. Pesepeda dunia menempuh 885 juta km untuk berkomuter sepanjang 2025, dengan Baby Boomer jadi generasi paling aktif. — Sumber: Strava

Laporan ini disusun melalui Strava Metro, platform data anonim milik Strava yang digunakan untuk membantu perencanaan transportasi aktif dan peningkatan infrastruktur perkotaan. Data tersebut telah dimanfaatkan lebih dari 4.000 mitra global, mulai dari perencana kota, lembaga pemerintah, hingga pengambil kebijakan di sektor infrastruktur.

Strava menyebut hampir satu miliar orang di seluruh dunia telah merasakan dampak positif dari pemanfaatan data Strava Metro melalui peningkatan jalur sepeda, akses pejalan kaki, dan sistem transportasi yang lebih ramah pengguna.

Laporan ini menganalisis aktivitas bersepeda yang direkam pengguna Strava selama periode Januari hingga Desember 2025. Hasilnya menunjukkan bahwa kegiatan berkomuter dengan sepeda terus menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat di berbagai negara.

Salah satu temuan menarik dalam laporan tersebut adalah dominasi generasi Baby Boomer sebagai kelompok usia paling aktif menggunakan sepeda untuk berkomuter. Sementara itu, generasi Z tercatat memiliki kemungkinan 21 persen lebih rendah untuk menggunakan sepeda sebagai moda transportasi harian dibandingkan generasi Baby Boomer.

Selain itu, tren penggunaan sepeda listrik atau e-bike juga terus meningkat. Kelompok Baby Boomer disebut menjadi generasi yang paling banyak memanfaatkan e-bike untuk perjalanan harian.

Secara global, Islandia menjadi negara dengan tingkat penggunaan e-bike tertinggi untuk aktivitas komuter. Posisi berikutnya ditempati Belgia dan Norwegia.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa cuaca bukan penghalang bagi para pesepeda. Mulai dari suhu dingin ekstrem di Finlandia hingga kondisi panas di Jepang, pengguna sepeda tetap menjadikan kendaraan roda dua sebagai sarana transportasi menuju tempat kerja maupun tujuan lainnya.

Wakil Presiden Komunikasi dan Dampak Sosial Strava Brian Bell mengatakan Strava Metro menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak positif secara global.

“Melalui laporan ini, terlihat jelas betapa kuatnya dampak aktivitas komuter. Kami mengajak lebih banyak orang untuk menjadi bagian dari komunitas perjalanan aktif dengan merekam rutinitas berkomuter. Dari situ, kita semua bisa berkontribusi mewujudkan pengalaman berkomuter yang lebih aman dan mudah bagi semua,” ujar Brian Bell dalam keterangan resminya.

Strava sendiri dikenal sebagai aplikasi kebugaran dan aktivitas luar ruang yang kini memiliki lebih dari 195 juta pengguna di lebih dari 185 negara.

Melalui laporan perdana ini, Strava berharap data mobilitas aktif dapat mendorong lebih banyak kota di dunia mengembangkan infrastruktur yang mendukung transportasi ramah lingkungan, sehat, dan berkelanjutan.

  • E-Bike
  • Transportasi Ramah Lingkungan
  • Gaya Hidup Aktif
  • Strava Metro
  • Strava
  • Commute Report
  • Komuter Sepeda
  • Sepeda Urban
  • Bersepeda ke Kantor
  • Tren Sepeda 2025
  • Mobilitas Perkotaan
  • Bike Commuting
  • Aplikasi Strava
  • Infrastruktur Sepeda
  • Transportasi Berkelanjutan

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.