Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Gembira untuk Pecinta Kucing, Ilmuwan Jepang Kembangkan Obat Penyakit Ginjal Anabul

📅 Senin, 27 Apr 2026, 14:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Gembira untuk Pecinta Kucing, Ilmuwan Jepang Kembangkan Obat Penyakit Ginjal Anabul Doc: lovecatsworld.com
Ket. Dr. Toru Miyazaki, seorang spesialis imunologi di Universitas Tokyo

TOKYO - Sebuah perusahaan rintisan Jepang telah mengajukan permohonan persetujuan untuk obat baru guna mengobati penyakit ginjal kronis pada kucing, kata pendirinya, Senin (27/4). Menawarkan harapan untuk penyakit umum yang masih belum memiliki obat pasti.

Institut Kedokteran AIM yang berbasis di Tokyo mengajukan pengobatan tersebut ke kementerian pertanian pada hari Jumat, kata peneliti Toru Miyazaki, setelah uji coba menunjukkan bahwa obat tersebut secara signifikan memperpanjang masa hidup kucing yang sakit.

"Sebagian besar kucing menderita penyakit ginjal kronis, dan banyak yang mati karena gagal ginjal stadium akhir atau uremia," kata Miyazaki, mantan profesor Universitas Tokyo, kepada AFP. 

"Kami melakukan pengembangan obat dengan tujuan untuk mengatasi situasi ini dan meringankan beban finansial dan fisik baik pada kucing maupun pemiliknya," katanya.

Penelitian Miyazaki menjadi sorotan lima tahun lalu ketika ia harus menghentikan pengembangan obat tersebut karena kekurangan dana penelitian selama pandemi Covid-19.

Menyusul pemberitaan media, ia menerima banyak sekali donasi dari para pecinta dan pemilik kucing dengan total hampir 300 juta yen (2 juta dollar AS) antara tahun 2021 dan 2022.

Penyakit ginjal kronis umum terjadi pada kucing yang lebih tua, mempengaruhi hingga 40 persen kucing berusia lebih dari 10 tahun, dan 80 persen kucing berusia lebih dari 15 tahun, menurut Cornell Feline Health Center di AS.

"Ini adalah penyakit progresif tanpa obat yang pasti," kata pusat tersebut.

Studi Miyazaki, yang diterbitkan di Jurnal Kedokteran Hewan pada bulan Februari, melacak 11 kucing yang menerima perawatan dan 15 kucing yang tidak diobati selama satu tahun.

Tingkat kelangsungan hidup kumulatif untuk kucing yang diobati berkisar antara 80 hingga 83 persen, sedangkan untuk kucing yang tidak diobati adalah 20 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.