Peran Desa Digenjot, Wamentan Minta Kades Jadi Penggerak Inklusivitas
Minggu, 26 Apr 2026, 19:05 WIBPURWOKERTO â Desa memiliki peran strategis dalam mendorong ekonomi inklusif karena menjadi titik awal distribusi peluang ekonomi yang lebih merata.
Dengan memanfaatkan potensi lokalâseperti pertanian, kerajinan, dan pariwisata berbasis komunitasâdesa dapat menciptakan lapangan kerja yang menyerap tenaga kerja setempat, termasuk kelompok rentan.
Kehadiran BUMDes, koperasi, serta UMKM menjadi instrumen penting untuk memperkuat akses masyarakat terhadap modal, pasar, dan teknologi.
Namun, inklusivitas tidak terjadi otomatis. Tantangan utama terletak pada kapasitas kelembagaan, kualitas SDM, dan konektivitas dengan pasar yang lebih luas. Tanpa penguatan tata kelola dan akses pembiayaan, potensi desa kerap terfragmentasi dan sulit berkembang.
Karena itu, intervensi kebijakan perlu diarahkan pada peningkatan literasi keuangan, digitalisasi usaha, serta kemitraan dengan sektor swasta agar desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi aktor utama dalam menciptakan pertumbuhan yang lebih adil dan berkelanjutan.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengajak para kepala desa yang tergabung dalam Persatuan Kepala Desa Merah Putih Indonesia (PKMPI) untuk memperkuat peran desa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan merata.
Dalam Pengukuhan dan Konsolidasi PKMPI Provinsi Jawa Tengah di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu (26/4), ia menegaskan bahwa desa memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pembangunan nasional, khususnya dalam sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat.
âKalau anda bisa solid, kita bisa memberikan manfaat. Saya butuh kepala desa untuk bersama-sama membangun, karena desa adalah panggung politik paling penting,â katanya.
Menurut dia, selama ini pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran lima persen per tahun belum sepenuhnya dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama di tingkat desa.
Ia mengibaratkan perekonomian nasional seperti sebuah âwarungâ yang terus berkembang, namun keuntungan dari pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat kecil.
âWarung yang namanya Indonesia ini makin besar, pelanggannya makin banyak, tetapi pertanyaannya, apakah yang punya warung makin sejahtera? Faktanya, masih banyak masyarakat yang belum merasakan manfaatnya,â ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan bersama bagi pemerintah dan para pemimpin di tingkat desa untuk memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara adil.
Wamentan juga menyoroti masih adanya peningkatan jumlah penduduk miskin dalam kondisi tertentu, yang menunjukkan perlunya perbaikan distribusi hasil pembangunan.
âKalau pertumbuhan tidak dinikmati secara merata, maka yang terjadi adalah ketimpangan. Ini yang harus kita perbaiki bersama,â katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan desa dalam menjalankan berbagai program, termasuk di sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya.
Ia mengatakan pemerintah saat ini terus berupaya melakukan pembenahan, termasuk penertiban izin usaha yang tidak sesuai aturan serta penanganan praktik-praktik yang merugikan negara.
âKita ingin memastikan bahwa sumber daya yang ada benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, bukan hanya segelintir pihak,â katanya.
Ditemui usai acara, Sudaryono mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk penyaluran aspirasi para kepala desa di Jawa Tengah yang menginisiasi wadah bersama untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi.
âTujuannya ini kan aspirasi dari teman-teman kepala desa di Jawa Tengah. Jadi mereka bikin satu perkumpulan, kemudian saya diminta untuk hadir dan membina,â katanya.
Ia menegaskan kepala desa merupakan tokoh penting di tingkat akar rumput yang memiliki peran strategis dalam menyampaikan dan menjalankan program pemerintah kepada masyarakat.
âKepala desa itu penting, tokoh di desa, jadi didengar oleh rakyatnya. Sehingga saya kira perlu bagaimana sinergisitas program itu bisa sampai ke masyarakat desa dan dirasakan manfaatnya,â katanya.
Selain itu, kata dia, keberadaan organisasi tersebut juga dapat menjadi wadah penyampaian aspirasi dari desa kepada pemerintah.
âKalau ada hal-hal yang perlu dilaporkan, aspirasi juga bisa diwadahi dari perkumpulan ini. Saya kira ini perkumpulan yang positif dan tentu saja saya menyambut positif,â katanya.
Ia mengharapkan berbagai program pemerintah pusat dapat diimplementasikan secara efektif hingga ke tingkat desa melalui penguatan sinergi tersebut.
âIntinya bagaimana caranya program itu bisa dieksekusi dengan baik di level desa, sehingga program yang baik di pusat itu kemudian terlaksana dengan baik sampai di lapangan,â kata Sudaryono.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Novak Djokovic Tersingkir di Madrid Open 2025, Iga Swiatek Melaju ke 16 Besar
-
Laga Tunda Pekan Keempat PSM vs Persebaya, I.League Umumkan Jadwal Baru
-
Hindari Gejolak, Pelaku Usaha Komit Jaga Harga Daging Sapi Sesuai Regulasi
-
5 Film Netflix Bulan Desember yang Wajib Masuk Daftar Tontonan saat Liburan
-
Pemerintah Dorong Kolaborasi Desa Demi Capai Indonesia Emas
-
Lady Gaga dan Jennie BLACKPINK Bersaing di Tangga Album Inggris
-
Operasi SAR ATR 42-500 Mulai Temukan Bagian Utama Pesawat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.