Museum Nasional Indonesia Targetkan 800 Ribu Kunjungan untuk Tahun Ini
Minggu, 26 Apr 2026, 18:21 WIBJAKARTA - Pengelola Museum Nasional Indonesia menargetkan angka kunjungan sebanyak 800 ribu orang sepanjang tahun ini. Target tersebut dicanangkan seiring rencana pembukaan pameran terbaru bertajuk Pendar dan Numismatik.
Pihak pengelola mencatat jumlah pengunjung lembaga tersebut menyentuh 770 ribu orang pada tahun lalu. Berbagai program pendukung akan segera dikerahkan guna mencapai target kenaikan kunjungan ke depan.
"Tahun ini targetnya 800 ribu, tahun lalu 770 ribu, mudah-mudahan tahun ini tercapai. Harga tiket tetap normal dan tidak naik karena tahun kemarin sudah naik," kata Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, Jumat (24/4) lalu.
Manajemen Museum Nasional Indonesia juga masih rutin menyelenggarakan program kunjungan khusus bagi masyarakat. Program bernama Aramsa itu memberikan akses kunjungan secara cuma-cuma tanpa perlu membayar biaya tiket masuk.
"Kita selalu punya Program Aramsa, jadi Aramsa itu gratis ke museum setiap Rabu minggu kedua. Mulai jam 4 sore dan berlaku untuk semua orang, tidak ada batas kuota," ucap dia.
Manajemen juga menetapkan kebijakan baru berupa pembatasan jumlah orang pada area pameran Pendar dan koleksi Numismatik. Ketentuan ini diterapkan demi menjaga tingkat kenyamanan sekaligus kualitas setiap kunjungan para tamu museum.
"Kita siapkan kuota 50 orang, dan diberi waktu 30 menit di dua ruangan. Tidak boleh lebih, karena nanti mengaturnya agak sulit" ujar dia.
Museum Nasional Indonesia juga meresmikan inovasi pendidikan yang bernama Kids Label dalam rangka merayakan HUT ke-248. Pendekatan edukasi teranyar ini difokuskan kepada para pengunjung keluarga terutama anak berusia lima sampai 12 tahun.
Tenaga Ahli Museum Nasional Indonesia, Sabila Duhita Drijono, merinci manfaat pembuatan label interaktif bagi kunjungan di museum. Inisiatif label ramah anak ini bertujuan guna membantu memantik proses interaksi antara para tamu kecil dengan koleksi.
"Label ini tidak hanya menjelaskan, tapi mengajak anak untuk berpikir dan berdiskusi. Harapannya, kunjungan ke museum jadi pengalaman yang hidup, bukan sekadar melihat benda," ujar Sabila. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Danau Toba Bakal Heboh, 24 Negara Ikuti Lomba Lari Lintas Alam
-
KPK: Negara Suap Negara pada Kasus Hakim PN Depok
-
RSUD Tarakan Gencarkan Sosialisasi Layanan Inovasi Penanganan Stroke ‘Jakstroke 360’
-
Drama Buron Keuangan Berlanjut: Polri Bidik Trio Bos Asuransi Nakal, Siapa Mereka?
-
Dinsos Kaltim Pastikan Empat Kebutuhan Dasar Korban Bencana Terpenuhi
-
Tok! Museum Nasional Indonesia Resmi Berlakukan Penyesuaian Harga Tiket Mulai 2026
-
Kembalinya Java Man, Tonggak Penting Sejarah Museum Nasional Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.