Macron hingga Starmer Kecam Penembakan di Acara Jamuan Trump

Minggu, 26 Apr 2026, 17:48 WIB

JAKARTA - Sejumlah pemimpin dunia menyampaikan kecaman atas insiden penembakan yang terjadi saat White House Correspondents’ Dinner di Washington, Amerika Serikat, Sabtu (25/4) malam waktu setempat. Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Ibu Negara Melania Trump dievakuasi dari lokasi setelah seorang pria bersenjata menyerbu area lobi Hotel Washington Hilton dan melepaskan tembakan.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menjadi salah satu pemimpin pertama yang menyampaikan dukungan. Ia menegaskan bahwa kekerasan tidak memiliki tempat dalam sistem demokrasi dan serangan terhadap kepala negara tidak dapat dibenarkan.

Ket. Foto: Sejumlah pemimpin dunia menyampaikan kecaman atas insiden penembakan yang terjadi saat White House Correspondents’ Dinner di Washington, Amerika Serikat, Sabtu (25/4) malam waktu setempat. — Sumber: EPA

"Serangan bersenjata yang menargetkan presiden Amerika Serikat tidak dapat diterima. Kekerasan tidak memiliki tempat dalam demokrasi," ujar Macron melalui media sosialnya. Ia juga menyampaikan dukungan penuh kepada Trump.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga mengaku terkejut atas insiden tersebut. Menurutnya, setiap serangan terhadap lembaga demokrasi maupun kebebasan pers harus dikutuk sekeras-kerasnya.

"Setiap serangan terhadap lembaga-lembaga demokrasi atau kebebasan pers harus dikutuk sekeras-kerasnya," kata Starmer.

Selain itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama istrinya Sara Netanyahu turut menyampaikan kelegaan karena Trump dan Melania selamat dari insiden tersebut. Netanyahu juga mendoakan petugas keamanan yang terluka agar segera pulih.

"Kami lega bahwa Presiden dan Ibu Negara selamat dan tetap kuat," tulis Netanyahu

Perdana Menteri Kanada Mark Carney juga menegaskan bahwa kekerasan politik tidak memiliki tempat dalam demokrasi mana pun. Ia menyampaikan simpati kepada seluruh pihak yang terguncang akibat peristiwa tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, hingga Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga termasuk di antara para pemimpin yang memberikan dukungan kepada Presiden AS tersebut.

Berdasarkan laporan otoritas, seorang pria berusia 31 tahun bernama Cole Tomas Allen telah diamankan. Seorang agen keamanan sempat tertembak di bagian tubuh yang terlindungi rompi antipeluru sehingga tidak mengalami luka serius. FBI menyebut tersangka akan menghadapi dakwaan resmi pada Minggu.

Sekitar satu jam setelah dievakuasi, Trump memberikan pernyataan melalui platform Truth Social miliknya. Ia memuji respons cepat Secret Service dan aparat kepolisian yang berhasil mengendalikan situasi.

"Malam yang luar biasa di Washington! Dinas Rahasia dan polisi melakukan pekerjaan yang fantastis," tulis Trump.

Insiden ini menjadi perhatian global karena terjadi dalam salah satu agenda paling bergengsi di Washington yang mempertemukan pejabat tinggi negara, jurnalis, serta tokoh publik. Peristiwa tersebut juga memunculkan kembali perdebatan soal keamanan acara kenegaraan dan ancaman kekerasan politik di Amerika Serikat.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.