Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Provinsi Riau Sangat Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

📅 Sabtu, 25 Apr 2026, 11:48 WIB | Oleh:
Provinsi Riau Sangat Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan Doc: ist
Ket. siaga karhut;a

JAKARTA – Ada tujuh  titik rawan karhutla, termasuk diRiau. Kementerian Lingkungan Hidup mencatat ada tujuh titik utama yang tinggi muka air gambutnya sudah sangat cukup rawan kebakaran hutan dan lahan yakni kurang dari 80 centimeter dari permukaan tanah.

Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq dalam apel pengendalian karhutla di PT Pertamina Hulu Rokan, Pekanbaru, Sabtu menyampaikan Provinsi Riau memiliki gambut hampir separuh dari luas daratannya menjadi daerah yang sangat rawan terhadap karhutla.

"Potensi kekeringan ini akan diperparah di daerah dengan dominasi mangrove air gambut. Cukup dengan hanya satu pemantik saja maka kebakaran hutan dan lahan akan terjadi dengan berat dan besar. Untuk itu kesiapan lebih awal menjadi semakin dimintakan," katanya.

Terlebih lagi lanjutnya curah hujan pada tahun ini diproyeksikan jadi yang terendah selama 30 tahun yang lalu yakni 100 milimeter. Pada tahun 1996-1997 itu tepatnya terjadi kebakaran luar biasa dengan hutan habis ratusan hingga jutaan hektare dan menimbulkan kerugian yang cukup besar.

Oleh karena itu dia meminta kesiapan Manggala Agni Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan beserta tim pemadam dari PT PHR, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), dan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI). Dalam hal ini untuk melakukan langkah-langkah penanggulangan karhutla.

"Saya sangat berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada takaran seremonial saja. Kita sangat perlu melakukan langkah-langkah rencana operasional taktis dengan semakin memperbanyak pertemuan-pertemuan pada jajaran-jajaran di tingkat tapak dipimpin wali kota dan bupati di tempatnya masing-masing," sebutnya.

Hal ini untuk dengan detail memetakan lokasi-lokasi yang memiliki potensi karhutla di lokasi yang permukaan air gambutnya semakin turun tajam. Bahkan juga di lokasi-lokasi yang tidak bisa dipantau tinggi muka air gambut sehingga tidak punya kontrol dalam penanganan karhutla .

Dia juga meminta mengaktifkan kembali masyarakat peduli api pada daerah-daerah rawan. Pasalnya semakin banyak titik pantau yang dibangun maka semakin potensi kebakaran hutan dan lahan bisa diantisipasi semaksimal mungkin.

"Untuk itu pada daerah-daerah yang rawan saya ingin mendorong para pemilik pengusaha yang memiliki konsesi baik itu di bidang kehutanan maupun konsesi perkebunan kelapa sawit yang kita tahu persis Riau memiliki perkebunan kelapa sawit yang sangat besar untuk mendorong agar para pemilik konsensi mengaktifkan membentuk brigadir api dan masyarakat peduli api pada daerah-daerah rawan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.