Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Masih Rentan, 24 April 2026

📅 Jumat, 24 Apr 2026, 07:57 WIB | Oleh:
Rupiah Masih Rentan, 24 April 2026 Doc: istimewa

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih menghadapi te­kanan kuat akibat kombinasi faktor eksternal dan domestik yang belum mereda. Kondisi ini membuat ruang penguat­an rupiah menjadi terbatas dalam jangka pendek, meski­pun intervensi otoritas moneter dapat meredam volatilitas. 

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Le­ong melihat rupiah masih dalam tekanan kuat baik dari dalam maupun luar. Dari eksternal, perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel masih dominan mempenga­ruhi pergerakan rupiah.

Faktor sentimen domestik yang menekan rupiah men­cakup anggaran, kebijakan BI yang mempertahankan suku bunga dan outflow dana asing. Meskipun ada pernyataan BI yang akan mengintensifikasi intervensi, namun hanya bisa membatasi pelemahan, tetapi sulit menguatkan rupiah.

Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah ter­hadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antar­bank, Jumat (24/4) bergerak di kisaran 17.200 - 17.350 ru­piah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Kamis (23/4), melemah 106 poin atau 0,62 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.287 rupiah per dollar AS. “Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia akibat berlanjutnya perang AS dan Iran yang berimbas pada penutupan Selat Hormuz,” ucap Analis Bank Woori Saudara Rully Nova di Jakarta.

Seperti diketahui, pertemuan putaran kedua antara AS dengan Iran di Pakistan untuk membahas perihal ne­gosiasi damai dan gencatan senjata tidak terlaksana. Hal ini disebabkan Iran tak ikut dalam perundingan tersebut karena Amerika Serikat melakukan blokade di Selat Hor­muz. Pada akhirnya, AS memutuskan gencatan senjata sepihak seiring tetap mendorong Iran agar tidak mem­berikan tarif di Selat Hormuz dan meminta pengayaan uranium dihentikan, yang kemudian diambil alih untuk disimpan AS.

Sebagaimana dilaporkan Sputnik, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan pelanggaran komitmen, tindakan blokade di Selat Hormuz, serta ancaman dari AS menjadi hambatan utama dalam proses negosiasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.