Robot AI Sony Taklukkan Pemain Tenis Meja Elite, Awali Era Baru Kompetisi Manusia vs Mesin

Jumat, 24 Apr 2026, 06:10 WIB

TOKYO, JEPANG — Kemajuan kecerdasan buatan kembali menunjukkan lompatan signifikan. Unit AI milik Sony mengklaim telah mengembangkan robot tenis meja yang mampu mengalahkan pemain manusia level elite, dalam riset yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature pada hari Kamis (23/4).

Robot bernama “Ace” tersebut merupakan lengan robotik bertenaga AI yang dilengkapi bet tenis meja. Sistem ini dirancang untuk mampu membaca permainan, bereaksi dalam hitungan milidetik, serta mengembalikan bola dengan kecepatan dan putaran khas pemain papan atas.

Ket. Foto: Ilustrasi pertandingan tenis meja, manusia vs robot AI. — Sumber: AFP

Dengan ukuran sebesar meja tenis meja dan karakteristik suara mekanis yang konstan, dari dengungan hingga getaran, Ace tampil sebagai lawan yang tidak biasa. Namun di balik bentuknya yang besar, robot ini mampu melakukan pergerakan lincah dan pengambilan keputusan secara instan.

Dalam pengujian, Ace menghadapi lima pemain elite dan dua pemain profesional. Hasilnya, robot tersebut berhasil memenangkan tiga dari lima pertandingan melawan kelompok elite, sementara laga lainnya berlangsung ketat.

Menariknya, performa Ace terus meningkat bahkan setelah penelitian dikirim ke Nature. Dalam uji coba terbaru, robot ini disebut mampu mengalahkan pemain profesional dengan kecepatan pukulan yang lebih tinggi, penempatan bola yang lebih agresif ke area tepi meja, serta reli yang berlangsung lebih cepat.

Sony AI menyebut pencapaian ini sebagai terobosan penting dalam pengembangan sistem kecerdasan buatan yang dapat beroperasi secara real-time di lingkungan fisik yang dinamis. Teknologi semacam ini dinilai memiliki potensi besar, mulai dari aplikasi keselamatan hingga interaksi langsung dengan manusia.

Sebelumnya, robot tenis meja hanya mampu mempertahankan reli dasar dan belum melampaui level amatir. Namun dengan kemampuan mencapai standar permainan manusia tingkat tinggi, AI kini membuka peluang baru untuk berbagai aplikasi dunia nyata yang sebelumnya sulit dijangkau.

“Kemampuan AI untuk beroperasi di level ahli dalam kondisi seperti ini membuka jalan bagi kelas aplikasi baru di dunia nyata,” ujar Peter Stone, ilmuwan kepala Sony AI.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.