Cobolli Bangkit dan Menang Usai Makan Permen, Pegula Lanjutkan Dominasi di Cincinnati Masters
Jumat, 21 Agu 2026, 08:00 WIBCINCINNATI â Flavio Cobolli menemukan cara tak biasa untuk memulihkan energinya. Petenis Italia itu menyantap beberapa permen di tengah pertandingan sebelum bangkit dan menyingkirkan Tommy Paul 2-6, 6-3, 6-4 pada perempat final Cincinnati Masters, Jumar (21/8).
Cobolli, runner-up Prancis Open, meminta permen tersebut dibawakan ke lapangan. Setelah jeda singkat untuk menikmati kudapan manis, petenis berusia 24 tahun itu tampil lebih bertenaga dan membalikkan keadaan untuk memastikan tiket semifinal.
"Permen dengan cokelat membuat saya senang. Saya sudah mencobanya ketika bermain ganda, jadi kenapa tidak di nomor tunggal?" kata Cobolli.
Kemenangan itu terasa semakin istimewa karena Paul sehari sebelumnya membuat kejutan dengan menyingkirkan unggulan pertama, Alexander Zverev. Petenis Amerika Serikat tersebut merupakan satu dari empat wakil tuan rumah yang mencapai babak perempat final.
Cobolli harus bekerja keras setelah kehilangan set pertama. Paul tampil agresif dan mampu mengendalikan permainan untuk mengamankan kemenangan 6-2 pada set pembuka.
Namun, Cobolli mulai menemukan ritmenya pada set kedua. Ia meningkatkan intensitas permainan dan memaksa Paul bekerja lebih keras hingga akhirnya merebut set tersebut 6-3 untuk menyamakan kedudukan.
Set penentuan berlangsung sengit. Paul bahkan membutuhkan perjuangan luar biasa untuk mempertahankan servis dan mengubah skor menjadi 4-3. Ia harus melewati lima kali deuce sekaligus menyelamatkan empat break point.
Cobolli tidak terpengaruh oleh kegigihan lawannya. Ia tetap tenang dan akhirnya menutup pertandingan untuk memastikan kemenangan tiga set.
"Ini hari yang sulit. Saya bangga dengan usaha saya, permainan saya, dan kekuatan mental saya. Semua ini merupakan latihan yang bagus untuk US Open," ujar Cobolli.
Ia juga mengaku kondisi fisiknya berada dalam keadaan terbaik menjelang Grand Slam terakhir musim ini.
"Kondisi saya 100 persen. Besok mungkin saya akan bermain golf saat libur untuk bersantai, tetapi saya akan siap bertarung lagi," katanya.
Cobolli kini menjadi petenis Italia ke-11 yang mampu mencapai semifinal turnamen level Masters sejak rangkaian Masters Series dimulai 36 tahun lalu.
Aksi mengonsumsi permen di tengah pertandingan juga mengingatkan pada kebiasaan rekan senegaranya, Luciano Darderi, yang beberapa kali terlihat menenggak espresso saat bertanding dalam kondisi panas.
Dari nomor putri, unggulan ketiga Jessica Pegula kembali menunjukkan dominasinya atas kompatriotnya, Amanda Anisimova. Pegula mengalahkan Anisimova 6-4, 2-6, 7-6 (7-4) untuk melangkah ke semifinal Cincinnati.
Anisimova, unggulan keenam, sebenarnya tampil sangat efektif dalam memanfaatkan peluang break. Ia mengonversi seluruh lima break point yang didapat dan tiga kali mematahkan servis Pegula pada set kedua.
Namun, Pegula mampu bangkit dan mempertahankan rekor sempurnanya atas Anisimova. Kemenangan tersebut menjadi yang keenam dari enam pertemuan mereka.
Pegula yang kini berusia 32 tahun terus mencatatkan prestasi penting dalam kariernya. Ia menjadi petenis keempat sejak 2009 yang mampu mencapai sedikitnya lima perempat final turnamen WTA 1000 setelah berusia 30 tahun, mengikuti jejak Li Na, Serena Williams, dan Svetlana Kuznetsova.
Dominasi petenis Amerika juga terlihat jelas di Cincinnati. Separuh dari delapan pemain yang bertanding di perempat final merupakan wakil Amerika Serikat. Ini menjadi kali ketiga sejak 2009 empat petenis putri AS mampu mencapai perempat final turnamen WTA 1000, setelah Toronto 2024 dan Beijing tahun lalu.
Pegula tampil meyakinkan pada set pertama. Ia hanya membutuhkan 34 menit untuk mengamankan set 6-4 setelah memanfaatkan peluang pertama dari tiga set point yang tersedia.
Anisimova kemudian merespons dengan agresif. Ia menciptakan keunggulan double break dan memimpin 4-0 pada set kedua. Pegula sempat memperkecil ketertinggalan dengan merebut satu break untuk mengubah skor menjadi 4-1, kemudian menahan servis hingga 4-2.
Namun, Anisimova tetap mampu menyamakan pertandingan setelah merebut set kedua 6-2.
Pada set penentuan, Pegula langsung mengambil inisiatif dengan mematahkan servis Anisimova. Kedua pemain kemudian saling melakukan dua kali break hingga pertandingan harus ditentukan melalui tie-break.
Pegula tampil lebih tenang dalam situasi krusial tersebut dan akhirnya mengamankan kemenangan pada match point pertamanya.
"Saya tahu rekor saya melawannya cukup bagus, tetapi secara harfiah setiap pertandingan selalu seperti yang terjadi hari ini," kata Pegula.
- Cincinnati Masters
- flavio cobolli
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Kapal Tenggelam di Selayar, 46 Penumpang Selamat, 23 Hilang
-
CENTCOM Umumkan Kematian Tentara AS Ketiga oleh Ledakan Drone Kamikaze Iran
-
Buku “Orang-orang Bermata Biru dari Minangkabau”, Karya Pewarta Foto Antara Sumbar Iggoy El Fitra
-
Kalahkan Eintracht Frankfurt 2-0, AS Roma Lolos Zona Play-off
-
Luar Biasa, Spanyol Juara Piala Dunia 2026!!!!!!!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.