Perum Bulog: Stok Beras Tembus 5 Juta Ton
Jumat, 24 Apr 2026, 18:05 WIBJAKARTA â Perum Bulog mencatatkan capaian baru dengan total stok beras pemerintah yang berhasil menembus 5 juta ton. Pencapaian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut stok beras yang dikelola Bulog mencapai 5.000.198 ton per Kamis pagi, 23 April 2026. Ia menilai capaian tersebut mencerminkan komitmen negara dalam menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat.
âCapaian ini menjadi fondasi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. Sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pangan yang cukup dan terjangkau,â ujar dia dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4).
Menurut dia, capaian ini tidak hanya bersifat statistik, tetapi juga menunjukkan peran Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional. Ketersediaan stok yang memadai dinilai penting dalam menghadapi dinamika kebutuhan pangan.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi kinerja Bulog dalam mengelola cadangan beras pemerintah. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja optimal seluruh jajaran.
âTerima kasih kepada Dirut Bulog dan seluruh tim yang telah bekerja optimal. Sehingga stok beras nasional bisa menembus 5 juta ton,â ucap dia.
Capaian ini juga didukung oleh peningkatan serapan gabah dan beras petani dalam negeri serta koordinasi lintas sektor yang solid. Selain itu, dukungan infrastruktur pergudangan yang luas turut memperkuat pengelolaan stok pangan nasional.
Saat ini, Bulog mengelola lebih dari 1.500 gudang milik sendiri serta sekitar 1.200 gudang mitra yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini menjadi faktor penting dalam menjaga distribusi dan ketersediaan beras.
Di tingkat daerah, kontribusi signifikan juga datang dari Jawa Timur sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional. Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu, menyebut stok beras di wilayahnya tercatat mencapai 1,23 juta ton.
Menurut dia, capaian tersebut memperkuat peran strategis daerah dalam sistem pangan nasional. âJawa Timur menjadi salah satu penopang utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional, dan memperkuat peran strategis daerah dalam sistem pangan nasional,â kata dia.
Dengan cadangan yang semakin kuat, Bulog tidak hanya berfungsi sebagai stabilisator harga, tetapi juga menjaga ketersediaan pangan serta mendukung berbagai program pemerintah. Pemerintah berharap capaian ini dapat terus ditingkatkan untuk mewujudkan kemandirian pangan nasional. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Manfaatkan Buku bagi Warga untuk Mempertinggi Literasi
-
Bulog Tanjungpinang Gelontorkan 1 Ton Beras SPHP dan 1.800 Liter MinyaKita di Pasar Murah
-
Bantuan Pangan 60% Cair! 20 Juta Warga Sudah Terima Beras Bulog
-
Ustadz SAM Ditetapkan sebagai Tersangka Pelecehan Seksual, Diduga Melecehkan Sejumlah Santri Laki-laki
-
Dorong Swasembada Pangan Berkelanjutan, Bulog Gandeng Perguruan Tinggi
-
Stok Cadangan Beras 4,5 Juta Ton, Kementerian Pertanian Pastikan Pangan Aman
-
Bulog Sumut Rutin Cek Kualitas Beras di Gudang, Publik Pertanyakan Transparansi Keamanan Pangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.