IHSG Hari Ini Melemah di Tengah Alarm Krisis Energi Dunia
📅 Jumat, 24 Apr 2026, 18:30 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan meningkatnya sensitivitas pasar terhadap risiko eksternal, khususnya terkait ketidakpastian pasokan energi global.
Kekhawatiran terhadap terganggunya distribusi energi—dipicu eskalasi geopolitik dan potensi kenaikan harga minyak—mendorong pelaku pasar melakukan aksi jual, terutama pada saham-saham sektor energi dan industri yang bergantung pada biaya input tinggi.
Sentimen ini diperkuat oleh kecenderungan investor global untuk beralih ke aset aman (safe haven), sehingga aliran modal keluar (capital outflow) dari pasar domestik sulit dihindari.
Dalam jangka pendek, pergerakan IHSG masih akan dibayangi volatilitas selama belum ada kejelasan stabilitas pasokan energi dan arah kebijakan global.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (24/4) sore ditutup melemah 249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49 terbebani oleh kekhawatiran terhadap pasokan energi di tingkat global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 25,12 poin atau 3,51 persen ke posisi 690,76.
"Bursa regional Asia sebagian besar melemah pada hari Jumat seiring kenaikan harga minyak yang menekan sentimen, di tengah mandeknya negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta berlanjutnya gangguan di Selat Hormuz," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, ketidakpastian pasokan yang masih berlangsung membuat harga energi tetap tinggi, sehingga memperkuat kekhawatiran terhadap inflasi dan pertumbuhan global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, pekan depan, pelaku pasar akan menantikan FOMC Meeting oleh The Fed, yang diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,53- 3,75 persen.
Selain itu, dari AS dijadwalkan akan dirilis data consumer confidence, data perumahan, PDB kuartal I-2026, personal income, personal spending, indeks PCE prices dan ISM manufacturing index.
Pelaku pasar juga akan mencermati pertemuan Bank of Japan (BoJ) pada pekan depan, yang diperkirakan juga mempertahankan suku bunga acuan tetap di level 0,75 persen, meskipun data inflasi di Jepang meningkat.
Dari kawasan Asia, akan dirilis data PDB kuartal I-2026, inflasi dan tingkat pengangguran.
Adapun, Europan Centrak Bank (ECB) dan Bank of England (BoE) diperkirakan juga akan mempertahankan suku bunga acuannya masing-masing tetap di 2,15 persen dan 3,75 persen.
Dari dalam negeri, IHSG melemah setelah Fitch Ratings menurunkan outlook kredit empat bank besar di Indonesia, yaitu Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Negara Indonesia (BBNI), dari stabil menjadi negatif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!