BUMD Kalsel Tingkatkan Kapasitas Angkut Barang di Alur Sungai Barito 150 Juta Ton per Tahun
Jumat, 24 Apr 2026, 07:47 WIBBANJARMASIN - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kalimantan Selatan PT Ambang Barito Nusapersada (Ambapers) meningkatkan kapasitas angkut alur barang di Sungai Barito menjadi 150 juta ton per tahun dari sebelumnya hanya 60 juta ton per tahun.
âPeningkatan kapasitas tersebut merupakan hasil pengelolaan alur pelayaran yang terukur untuk menjaga kelancaran arus kapal dengan tingkat keamanan yang optimal,â kata Direktur Utama PT Ambapers Zulfadli Gazali pada peringatan HUT ke-22 Ambapers di Banjarmasin, Kamis (23/4).Â
Ia menjelaskan, Ambapers sebagai badan usaha pelabuhan pemegang konsesi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan alur pelayaran komersial di Sungai Barito sebagai salah satu jalur logistik utama di Kalimantan Selatan.
âPeningkatan kapasitas tersebut memungkinkan puluhan kapal besar melintas setiap hari dengan membawa berbagai muatan seperti batu bara, crude palm oil (CPO), pupuk, serta kontainer yang terdistribusi dengan aman melalui alur yang dikelola perusahaan,â katanya.
Selain itu, ia menyampaikan Ambapers juga menjaga kedalaman alur minimal minus lima meter low water spring (LWS) agar kapal berkapasitas hingga 5.000 deadweight ton (DWT) dapat melintas, meningkat dibandingkan dua dekade lalu yang hanya mampu melayani kapal berkapasitas sekitar 3.000 DWT.
Zulfadli menyatakan peningkatan kapasitas pengerukan mencapai 2,5 juta meter kubik per tahun turut mendorong optimalisasi waktu operasional alur yang sebelumnya terbatas enam hingga delapan jam per hari bergantung pasang surut, kini menjadi lebih efektif dan aman bagi pelayaran.
Di sisi keselamatan, Ambapers berhasil menekan angka kecelakaan pelayaran di alur Sungai Barito dari rata-rata 12 kasus per tahun menjadi dua kasus per tahun dalam lima tahun terakhir melalui penerapan sistem pemantauan pergerakan kapal selama 24 jam.
Ia juga menyebut perusahaan menjalankan program Sungai Hijau melalui pembersihan sempadan sungai dan restorasi ekosistem yang telah memulihkan lebih dari 15 kilometer kawasan tepian Sungai Barito guna menjaga keberlanjutan lingkungan dan keselamatan pelayaran jangka panjang.
Dia menambahkan kontribusi Ambapers terhadap perekonomian daerah mencapai sekitar 2,3 persen terhadap produk domestik regional bruto Kalimantan Selatan pada 2025, sehingga perusahaan tidak hanya berperan sebagai pengelola alur, tetapi juga pilar ekonomi daerah.
âSeluruh capaian dan prestasi tersebut tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah pusat melalui PT Pelabuhan Indonesia, pemerintah daerah melalui PT Bangun Banua Kalsel, serta para pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat peran Sungai Barito sebagai jalur logistik strategis,â ujar Zulfadli.
- Sungai Barito
- BUMD Kalsel
- Kapasitas Angkut Barang
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.