Bukan Wajib Militer, Kemhan Jamin Komcad ASN Berbasis Sukarela dan Kesadaran Individu

Rabu, 22 Apr 2026, 12:20 WIB

JAKARTA - Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa program Komponen Cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak bersifat wajib militer, melainkan berbasis sukarela. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan persepsi publik terkait pelaksanaan program bela negara yang kini mulai melibatkan ASN secara luas.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pembukaan latihan Komcad ASN pada Rabu (22/4/2026). Dalam kegiatan itu, pemerintah menekankan bahwa partisipasi ASN lahir dari kesadaran individu, meskipun tetap terorganisasi dalam sistem birokrasi negara.

Ket. Foto: Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa program Komponen Cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak bersifat wajib militer, melainkan berbasis sukarela. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan persepsi publik terkait pelaksanaan program bela negara yang kini mulai melibatkan ASN secara luas. — Sumber: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh

"Terkait dengan ASN di lingkup pemerintah daerah, ini bukan wajib militer. Tumbuh secara sukarela, tentu terjawab dari instrumen-instrumen struktur pemerintah," ujar perwakilan Kementerian Pertahanan.

Kementerian Pertahanan menjelaskan bahwa konsep sukarela ini menjadi fondasi utama dalam membangun kesadaran bela negara di kalangan ASN. Dengan latar belakang profesi yang beragam, ASN dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat sistem pertahanan nasional berbasis partisipasi masyarakat.

Program Komcad ASN juga dirancang tetap berjalan secara terstruktur melalui mekanisme pemerintahan. Hal ini memastikan bahwa meskipun bersifat sukarela, pelaksanaannya tetap terarah, terukur, dan menjadi bagian dari kebijakan nasional.

"Wujud tanggung jawab negara ini tumbuh secara bersama sehingga saat ini berjalan secara alami lewat sukarela tetapi terstruktur lewat birokrasi," katanya.

Saat ini, implementasi program telah dimulai di sejumlah daerah sebagai tahap awal. Sebanyak 500 ASN di Sulawesi Selatan tengah menjalani latihan dasar militer yang telah berlangsung selama beberapa minggu sejak akhir Maret 2026.

Pemerintah juga telah menyiapkan perluasan program ke berbagai wilayah lain di Indonesia. Beberapa daerah yang akan menjadi lokasi berikutnya antara lain Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, hingga Kepulauan Riau.

Menurut Kemhan, pendekatan bertahap ini dilakukan untuk memastikan kesiapan daerah sekaligus menjaga kualitas pelaksanaan program. Selain itu, skema ini juga memungkinkan setiap daerah berpartisipasi sesuai kapasitas dan kebutuhan masing-masing.

Semangat sukarela yang diusung dalam program ini diharapkan mampu memperkuat rasa kepemilikan ASN terhadap negara. Tidak hanya sebagai aparatur birokrasi, ASN juga diposisikan sebagai bagian dari kekuatan pertahanan yang mendukung sistem pertahanan semesta.

"Negara adalah kita, kita adalah negara, sehingga semangat ini yang terus kita bangun dalam program Komcad," tuturnya.

Kementerian Pertahanan menilai bahwa keterlibatan ASN dalam Komcad tidak hanya berdampak pada aspek pertahanan, tetapi juga pada pembentukan karakter. Nilai disiplin, kebersamaan, dan tanggung jawab diharapkan dapat terbawa kembali ke lingkungan kerja masing-masing.

Ke depan, program Komcad ASN akan terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi jangka panjang pertahanan negara. Pemerintah memastikan bahwa pendekatan sukarela tetap menjadi prinsip utama dalam memperluas partisipasi masyarakat dalam sistem pertahanan nasional.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.