Ikan Nila Jadi Primadona di Kabupaten Gunung Mas, Penjualan Benih Tembus 1.830 Ekor di Awal 2026
Senin, 20 Apr 2026, 17:20 WIBPalangka Raya - Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah (Kalteng), Eigh Manto mengatakan budidaya ikan nila menjadi primadona pengembangan sektor perikanan di daerah setempat.
"Kami mencatat benih ikan nila menjadi komoditas paling diminati masyarakat di Balai Benih Ikan (BBI) Kuala Kurun sepanjang triwulan I 2026. Sepanjang Januari hingga Maret 2026 penjualan benih ikan nila mencapai 1.830 ekor," kata Eigh Manto di Kuala Kurun, Senin (20/4).
Dia menambahkan, selain benih ikan nila, benih gurami juga cukup diminati dengan total penjualan mencapai 1.350 ekor, yang di susul benih ikan patin.
"Nila, gurami dan patin sendiri merupakan andalan di BBI Kuala Kurun, mengingat tiga jenis ikan tersebut telah bersertifikat Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KPP)," katanya.
Sertifikat dari KKP menunjukkan kualitas benih ikan nila, patin dan gurame yang dihasilkan di BBI Kuala Kurun sudah terjamin, serta pembenihan telah dilakukan sesuai standar yang berlaku.
Sementara itu dari BBI Tewah pada periode yang sama masih belum tercatat, karena unit tersebut masih menunggu hasil penjualan ikan pembesaran yang direncanakan pada Mei 2026.
Bagi masyarakat yang ingin membeli benih ikan, dapat langsung datang ke BBI setiap jam kerja. Harga benih ikan yang ditawarkan tergantung jenis dan ukuran, di mana benih patin berkisar antara Rp450 - Rp1.500 per ekor, benih gurami Rp1.000 - Rp3.200 per ekor dan benih nila Rp350 - Rp800 per ekor.
Lebih lanjut, penjualan benih ikan dari BBI Tewah dan Kurun merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi DPKP Gumas, yang pada 2026 ini memiliki target PAD senilai Rp140 juta. Hingga triwulan I, PAD yang terkumpul sekitar Rp8,5 juta.
Capaian tersebut sekilas memang masih jauh dari target yang telah ditetapkan. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang tidak menentu, sehingga berdampak pada tingkat kematangan gonad indukan ikan.
Kendati demikian, sambungnya, DPKP Gumas optimistis target tersebut nantinya dapat tercapai, seiring peningkatan produksi dan penjualan benih ikan ke depan
Sebagai perbandingan, pada 2025 DPKP Gumas memiliki target PAD senilai Rp140 juta. Hingga 18 Desember 2025 realisasi mencapai Rp140 juta lebih atau 100,16 persen dari target Rp 140 juta.
âSelain penjualan benih, penjualan ikan afkir juga menjadi sumber PAD bagi DPKP Gumas. Harga ikan afkir yang ditawarkan adalah patin Rp26 ribu per kilogram, gurami Rp72 ribu per kilogram, dan nila Rp48 ribu per kilogram,â kata Eigh Manto.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.