Anda Mau Beralih Jenis BBM? Pahami Dulu Rasio Kompresi Mesin, Awas Dampak Langsung pada Mesin

Senin, 20 Apr 2026, 19:05 WIB

JAKARTA - Upaya penghematan dengan menurunkan kualitas bahan bakar di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi dinilai bukan solusi ideal, terutama bagi kendaraan modern.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menekankan pentingnya memahami rasio kompresi mesin sebelum memutuskan beralih jenis BBM, umumnya dari yang beroktan tinggi ke lebih rendah.

Ket. Foto: Ilustrasi petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) melayani konsumen saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Banda Aceh, Aceh. — Sumber: ANTARA/Irwansyah Putra

"Pertamax Turbo dengan RON 98 dirancang khusus untuk mesin berkompresi tinggi, yakni sekitar 12,1:1 hingga 14,0:1, termasuk mesin turbo," jelas Yannes ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (20/4). 

BBM jenis ini memungkinkan pembakaran lebih sempurna, efisiensi tinggi, serta tenaga maksimal. Sebaliknya, Pertamax dengan RON 92 lebih cocok untuk mesin dengan rasio kompresi 10:1 hingga 11:1.

Ketidaksesuaian antara spesifikasi mesin dan jenis BBM, kata dia, dapat menimbulkan dampak langsung.

“Jika mesin mobil yang memiliki rasio kompresi tinggi tersebut diberikan Pertamax RON 92 yang cocok untuk mesin dengan rasio kompresi 10:1 hingga 11:1, maka bisa menyebabkan penurunan performa 5-10 persen, konsumsi BBM naik 3-7 persen, serta risiko knocking ringan dan saat akselerasi terasa berat,” imbuhnya. 

Ia menambahkan, sebagian kendaraan modern memang telah dibekali teknologi knock sensor yang mampu menyesuaikan timing pengapian untuk mencegah knocking. Namun, fitur tersebut bukan berarti memberi ruang untuk penggunaan BBM di bawah spesifikasi dalam jangka panjang.

“Tetapi itu bukan pilihan optimal jangka panjang,” katanya.

Menurut Yannes, risiko keausan komponen mesin tetap mengintai, terutama pada kendaraan sport atau yang telah menggunakan turbocharger maupun supercharger. Penggunaan BBM beroktan lebih rendah dalam jangka panjang dapat mempercepat kerusakan mekanis.

Jika pengendara terpaksa menurunkan kualitas BBM demi efisiensi biaya, ia mengingatkan agar tetap mengacu pada rekomendasi pabrikan. Pemilik kendaraan disarankan memeriksa buku manual untuk mengetahui rasio kompresi yang sesuai.

Selain itu, perubahan karakteristik mesin juga perlu diwaspadai, seperti munculnya suara menggelitik, getaran berlebih, atau penurunan performa saat akselerasi.

“Jika ini terjadi maka sebaiknya segera isi tangki dengan BBM oktan tinggi sesuai anjuran buku manualnya,” saran dia.

Adapun kompresi mesin adalah perbandingan antara volume ruang bakar saat piston berada di titik paling bawah dan saat di titik paling atas dalam silinder, yang menentukan seberapa padat campuran udara dan bahan bakar sebelum dibakar.

Semakin tinggi rasio kompresi, semakin besar tekanan dan suhu yang dihasilkan sehingga pembakaran bisa lebih efisien dan tenaga mesin meningkat, tetapi juga membutuhkan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi agar tidak terjadi knocking (pembakaran tidak terkendali). Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Kapolres Metro Jakarta Pusat: 18.504 Personel Dikerahkan untuk Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Pusat

Hari terakhir kompetisi robot humanoid di Beijing

Pemerintah Kota Tangerang Keluarkan SE Jemput Anak Sekolah pada 27–28 Agustus

Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon, ESGIN dan ASPEBINDO Jalin Kolaborasi Strategis

Cuaca Hari Ini: BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang.

Jangan Sampai Terjebak! Demo di DPR Bikin Dishub DKI Siapkan Pengalihan Lalin

Darurat Listrik di NTT Usai Gempa, Kementerian ESDM Salurkan 48 Genset untuk Fasilitas Kesehatan

Sudin Gulkarmat: Kebakaran di Muara Angke Jakut, Dua Orang Luka-luka

Rentan terhadap Tekanan - 27 Agustus 2026

ULTIMA II Hadirkan Inovasi Skincare Terbaru, Perkuat Posisi di Industri Kecantikan

Cuaca Kamis Berubah-ubah! BMKG Sebut Mayoritas Kota Besar Berawan dan Hujan Ringan serta Hujan Lebat

Pemkab Bekasi Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Bantaran Saluran Sekunder Balong Tua

Tak Mau Kecolongan, 200 Personel Gabungan Dikerahkan Cegah Massa ke Jakarta

Wakatobi Disuruh Meniru Produk Arak Bali oleh Wayan Koster

Robot Humanoid Bikin Geger! Kompetisi Berakhir dengan Sejumlah Rekor Baru

Pantas Menggunduli Indonesia, Vietnam Akhirnya Juara AFF 2026

Warga Gorontalo Tak Perlu Khawatir, Cadangan Beras Aman Sampai Akhir Tahun

Tak Perlu Beli Koloni Baru! Begini Cara Memperbanyak Lebah Madu Tetragonula

Bogor Lagi, Kasus Kanker Naik 138 Persen. Waspada!

Timor Leste Kepincut Sistem Pensiun ASN Indonesia, TASPEN Jadi Tempat Belajar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.