Xi Jinping Bertekad Perkuat Militer dan Berantas Korupsi

Kamis, 02 Jul 2026, 02:15 WIB

BEIJING - Presiden Tiongkok, Xi Jinping, pada Rabu (1/7) berjanji untuk memperkuat dan memodernisasi militer serta memberantas korupsi di dalam Partai Komunis yang berkuasa.

Presiden Xi pun menggarisbawahi pentingnya militer yang kuat dalam pidatonya kepada para pemimpin politik dan militer serta anggota Partai Komunis Tiongkok (PKC) yang berkumpul di Balairung Agung Rakyat di Beijing untuk memperingati ulang tahun ke-105 berdirinya partai tersebut.

Ket. Foto: Presiden Tiongkok, Xi Jinping, saat berpidato di sebuah forum di Beijing pada 20 Mei lalu. Pada Rabu (1/7), Presiden Xi kembali menegaskan janjinya untuk memperkuat dan memodernisasi militer serta memberantas korupsi di dalam Partai Komunis yang berkuasa. — Sumber: AFP/Sputnik/Kristina Solovyova

Para analis sebelumnya mempertanyakan kemampuan angkatan bersenjata Tiongkok untuk berperang secara efektif sejak kampanye antikorupsi besar-besaran Xi Jinping melumpuhkan jajaran pimpinan tertinggi militer.

Upaya Xi selama bertahun-tahun untuk memberantas korupsi telah menjatuhkan dua menteri pertahanan dalam tiga tahun terakhir dan mengurangi jumlah anggota Komisi Militer Pusat yang merupakan badan militer tertinggi Tiongkok, dari tadinya beranggotakan tujuh orang menjadi hanya dirinya sendiri dan satu jenderal lainnya.

Pada hari Rabu, pemimpin Tiongkok bersumpah untuk menjunjung tinggi kepemimpinan absolut partai atas angkatan bersenjata dan memperkuat militer.

“Kita harus memajukan modernisasi pertahanan nasional dan angkatan bersenjata,” kata Xi kepada anggota partai. “PKC juga harus dengan tegas melancarkan pertempuran yang kritis, berkepanjangan, dan komprehensif melawan korupsi. Partai harus dengan tegas melawan pertempuran yang sulit, berkepanjangan, dan menyeluruh melawan korupsi," imbuh dia.

PKC, kata Xi, harus lebih siap menghadapi risiko yang semakin meningkat bahkan sambil tetap berpegang pada tujuan jangka panjang utama, seraya menegaskan bahwa partai tersebut sebagai pihak yang paling tepat untuk memandu negara melewati dunia yang semakin bergejolak.

“Dunia telah memasuki periode baru pergolakan dan transformasi dan saya mendesak partai untuk bersiap menghadapi angin kencang, laut yang bergelombang dan bahkan badai yang berbahaya," kata Presiden Xi.

Pada saat yang sama, Xi, yang merupakan sekretaris jenderal partai, juga mengatakan bahwa kekuatan abadi partai akan memungkinkannya untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Pengetatan Disiplin

Pemimpin Tiongkok itu telah menjadikan pemberantasan korupsi sebagai prioritas utama, dengan kampanye besar-besaran yang dalam beberapa tahun terakhir telah meluas hingga menargetkan pejabat senior dan eksekutif di seluruh militer, keuangan, perawatan kesehatan, dan sektor strategis lainnya.

Komisi Militer Pusat yang dipimpin Xi sebelumnya sebelumnya telah menerbitkan langkah-langkah baru yang akan menetapkan aturan ketat untuk pendidikan yang ketat, manajemen yang ketat, dan pengawasan yang ketat terhadap kader militer senior, demikian dilaporkan media pemerintah pada bulan Mei lalu.

Dalam pidatonya pada hari Rabu, Xi juga menggarisbawahi pentingnya disiplin partai dan reformasi diri, tema-tema yang telah menjadi landasan kepemimpinannya sejak ia berkuasa pada tahun 2012.

Menyebut reformasi diri sebagai salah satu kekuatan utama Partai Komunis, Xi mengatakan partai harus terus memperkuat diri untuk memastikan tetap layak memerintah.

"Kita harus dengan tegas menghilangkan semua faktor yang merusak sifat dan kemurnian partai yang maju, dan menghilangkan semua virus yang mengikis tubuh partai yang sehat," kata Xi seraya bahwa semua tujuan ini tetap menjadi tugas yang berkelanjutan.

Xi pada Rabu juga menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan Tiongkok menguasai kembali Taiwan, pulau yang memerintah sendiri yang diklaim Beijing sebagai wilayahnya. Selain itu, Xi juga berjanji untuk menjunjung tinggi kerangka satu negara, dua sistem di Hong Kong dan Makau.

“Menyelesaikan masalah Taiwan dan mewujudkan penyatuan penuh tanah air adalah misi historis yang tak tergoyahkan dari partai kita dan aspirasi bersama seluruh rakyat Tiongkok,” kata dia.

Oleh karena itu, Presiden Xi mendesak negaranya untuk menentang campur tangan kekuatan eksternal, tanpa menyebutkan negara tertentu. AFP/CNA/I-1 

  • xi jinping

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, CNA

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.