Kaltim Bergerak Cepat! Digitalisasi Jadi Senjata Lindungi Budaya Lokal dari Gerusan Zaman

Minggu, 19 Apr 2026, 16:50 WIB

Samarinda - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membentengi identitas kearifan lokal dari ancaman kepunahan melalui optimalisasi digitalisasi sejarah.

"Pelestarian budaya saat ini bukan sekadar menjaga tradisi lama, tetapi kita harus agresif menyesuaikannya dengan perkembangan zaman dan teknologi," kata Sekretaris Disdikbud Kaltim Rahmat Ramadhan di Samarinda, Minggu (19/4).

Ket. Foto: Objek bersejarah bangunan tua Masjid Jami' Adji Amir Hasanoeddin di wilayah Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim, yang ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat nasional. — Sumber: Antara

Perlindungan warisan leluhur diwujudkan secara konkret melalui penetapan status cagar budaya peringkat nasional terhadap objek bersejarah seperti bangunan tua Masjid Jami' Adji Amir Hasanoeddin di wilayah Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pemerintah turut merestorasi kawasan Museum Sadurengas Paser melalui pengawasan Balai Pelestarian Kebudayaan yang mewajibkan material renovasi harus sama persis dengan spesifikasi bangunan aslinya.

Untuk meredam dominasi budaya asing, Disdikbud Kaltim mewajibkan masuknya bahasa Dayak, Paser, Berau, dan Kutai ke dalam kurikulum muatan lokal bagi seluruh sekolah.

Rahmat menegaskan bahwa penguasaan bahasa daerah memegang peranan vital sebagai benteng moral untuk mempertahankan akar identitas bangsa Indonesia di tengah gempuran globalisasi.

"Geliat seni tradisional pun kembali dihidupkan dengan melibatkan berbagai komunitas seniman lokal dalam pagelaran Festival Kudungga dan pertunjukan rutin di Taman Budaya Kaltim," ujar Rahmat.

Pemerintah kini mengganti cara lama dengan mengemas ulang seluruh catatan sejarah kebudayaan ke dalam format digital berbasis situs web dan media sosial kekinian.

Salah satunya bersinergi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim dalam penyelamatan naskah-naskah kuno yang dialih media ke dalam bentuk digital.

Produk kerajinan tangan pelajar SMK dan tarian tradisional siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) bahkan sengaja didorong hingga menembus panggung Taman Mini Indonesia Indah demi mendongkrak nilai kearifan daerah.

"Seluruh upaya pelestarian ini diintegrasikan langsung dengan pendidikan karakter agar generasi muda Kaltim tetap menjunjung tinggi nilai adab dan etika teguh Pancasila," demikian Rahmat.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.