Atasi Krisis Kemanusiaan, Trump Optimis Capai Kesepakatan dengan Kuba

Senin, 02 Feb 2026, 00:38 WIB

MOSKOW - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Minggu bahwa ia yakin Washington dan Havana dapat mencapai kesepakatan untuk mengatasi krisis kemanusiaan di Kuba.

“Ini tidak harus menjadi krisis kemanusiaan. Saya pikir mereka (otoritas Kuba) mungkin akan datang kepada kami dan ingin membuat kesepakatan, sehingga Kuba dapat bebas kembali. Mereka akan datang kepada kami, mereka akan membuat kesepakatan,” kata Trump kepada wartawan.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Trump juga menyatakan keinginannya untuk memberikan kesempatan kepada warga Amerika keturunan Kuba untuk mengunjungi keluarga mereka di tanah kelahiran.

“Saya mengenal banyak orang dari Kuba, tetapi saat ini kami memiliki banyak orang di Amerika Serikat yang ingin kembali ke Kuba. Kami ingin mengupayakan hal itu ... Banyak orang yang tinggal di negara kami diperlakukan dengan sangat buruk oleh Kuba, mereka semua memilih saya dan kami ingin mereka diperlakukan dengan baik,” ucap Trump.

Pada Kamis (29/1), Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengizinkan Amerika Serikat memberlakukan tarif impor terhadap barang-barang dari negara-negara yang menjual atau memasok minyak ke Kuba.

Trump turut mendeklarasikan keadaan darurat dengan alasan adanya ancaman terhadap keamanan nasional yang diduga berasal dari Havana.

Kuba saat ini tengah mengalami krisis dengan pemadaman listrik yang berlangsung lebih dari 12 jam serta kelangkaan pangan, obat-obatan, dan bahan bakar.

Pemerintah berwenang Kuba menyalahkan kondisi tersebut pada sanksi ekonomi Amerika Serikat yang telah berlaku selama lebih dari enam dekade, meskipun mendapat kecaman luas dari komunitas internasional. Ant/Sputnik/RIA Novosti

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.