Google Gandeng Gucci dan EssilorLuxottica Ciptakan Kacamata Pintar Android XR
Minggu, 19 Apr 2026, 14:00 WIBJAKARTA - Google dilaporkan menggandeng perusahaan kacamata EssilorLuxottica untuk meningkatkan daya tarik kacamata pintar yang tengah dikembangkan, termasuk melalui kolaborasi dengan merek fesyen mewah Gucci.
Melansir Gizmodo (16/4), Google bekerja sama dengan Gucci untuk menghadirkan kacamata berbasis Android XR dengan sentuhan desain khas rumah mode tersebut. Pendekatan ini serupa dengan strategi Meta yang memasarkan kacamata pintar dengan merek Ray-Ban dan Oakley.
Informasi tersebut disampaikan oleh CEO Gucci, Luca de Meo, yang menyebut perangkat hasil kolaborasi itu baru akan dirilis pada 2027. Dengan demikian, produk tersebut diperkirakan tidak akan masuk dalam peluncuran awal kacamata Android XR Google yang dijadwalkan diperkenalkan tahun ini.
Dibandingkan Ray-Ban, Gucci berada pada segmen fesyen yang lebih premium. Karena itu, kacamata pintar bermerek Gucci diperkirakan akan menyasar pasar kelas atas dan memiliki harga lebih tinggi dibandingkan produk awal Google yang dikembangkan bersama Warby Parker dan Gentle Monster.
Sejauh ini belum banyak informasi mengenai desain maupun fitur spesifik dari kacamata pintar Gucci tersebut, selain perbedaan pada aspek gaya. Namun, langkah ini menunjukkan upaya Google untuk memposisikan produknya tidak hanya sebagai perangkat teknologi, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup.
Strategi tersebut dinilai menggabungkan pendekatan Meta dan Apple. Sejak 2015, Apple telah memasarkan Apple Watch Hermès dengan harga di atas 1.000 dolar AS, melalui kolaborasi dengan merek fesyen Hermès.
Meski demikian, minat pasar terhadap kacamata pintar premium masih menjadi tanda tanya. Sejumlah rumor menyebut Meta juga mempertimbangkan kerja sama dengan Prada, meski belum terealisasi hingga kini.
CEO Snap Inc., Evan Spiegel, sebelumnya menilai kemitraan Meta dengan EssilorLuxottica lebih banyak menguntungkan Meta. Kacamata bermerek Ray-Ban dinilai membantu mengurangi sorotan terhadap nama Meta, namun di sisi lain menimbulkan kekhawatiran terkait privasi serta berdampak pada citra produk non-pintar Ray-Ban.
Google sendiri masih menghadapi tantangan serupa terkait reputasi pengelolaan data pengguna, termasuk sejak peluncuran Google Glass yang sempat menuai kritik lebih dari satu dekade lalu.
- Kacamata pintar
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Tyrese Haliburton Cedera Achilles, Tambah Daftar Bintang NBA yang Tumbang di Playoff
-
5.268 Personel Gabungan Turun Amankan Lebaran di Sulsel, Operasi Ketupat 2026 Resmi Digelar
-
BPBD DKI Jakarta Kerahkan Personel untuk Atasi Banjir di 53 RT
-
Lautan Duka di Iran, 3.000 Nyawa Melayang dalam Aksi Protes Paling Mematikan
-
Paus Fransiskus Wafat pada Senin Paskah
-
Tak Mau Ketinggalan, Lenovo Luncurkan Kacamata AI Glasses V1, Harga Rp9 Jutaan!
-
Layanan SIM Keliling di Jakarta pada Senin Ini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.