Wamira Diluncurkan, Sembako Murah Makin Dekat ke Warga

Jumat, 22 Mei 2026, 18:30 WIB

YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta memperluas strategi pengendalian inflasi dengan menghadirkan Warung Milik Rakyat (Wamira) yang dikelola oleh Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Program yang mulai diluncurkan di Kelurahan Giwangan itu diharapkan dapat memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi berbasis komunitas.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menjelaskan Wamira merupakan pengembangan dari konsep Kios Segoro Amarto yang sebelumnya hadir di sejumlah pasar tradisional. Perbedaannya, Wamira ditempatkan lebih dekat dengan lingkungan masyarakat melalui pengelolaan koperasi tingkat kelurahan.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemkot Yogyakarta

Menurut Hasto, Koperasi Merah Putih perlu terus mengembangkan berbagai inovasi usaha agar memiliki kegiatan ekonomi yang berkelanjutan. Selain memproduksi batik Segoro Amarto Reborn untuk kebutuhan seragam aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Yogyakarta, kini koperasi juga mulai merambah sektor distribusi kebutuhan pokok melalui Wamira.

“Warung Segoro Amarto ini biasanya hanya ada di pasar, sekarang kita deliver ke tengah-tengah warga dan dimiliki oleh Koperasi Merah Putih, sehingga akhirnya punya aktivitas baru namanya Wamira Warung Milik Rakyat yang dibikin oleh Koperasi Merah Putih di Kota Yogyakarta,” kata Hasto saat peluncuran Wamira di KKMP Giwangan, Jumat (22/5/2026).

Ia mengatakan berbagai komoditas yang tersedia di Kios Segoro Amarto selama ini dipasarkan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), bahkan beberapa dijual lebih rendah dibanding harga pasar karena didukung pasokan dari Bulog dan distributor besar. Model serupa akan diterapkan pada Wamira untuk membantu menjaga stabilitas harga.

“Kemudian hasil penjualannya dan akhirnya juga masyarakat terbantu. Kira-kira seperti itu, dan ini sekaligus mengendalikan inflasi,” ujarnya.

Pemkot Yogyakarta berencana memperluas program tersebut ke koperasi lain di wilayah kota. Saat ini terdapat lima KKMP yang telah bergabung, yakni KKMP Giwangan, Purwokinanti, Cokrodiningratan, Prawirodirjan, dan Klitren. Jumlah tersebut ditargetkan bertambah menjadi 14 KKMP sepanjang 2026.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta Kadri Renggono menyebut pada tahap awal pemerintah menyiapkan sekitar 5.000 kilogram kebutuhan pokok bagi lima unit KKMP. Selain itu juga diberikan subsidi distribusi sebesar Rp2.000 per kilogram.

Menurut Kadri, Wamira tidak hanya diarahkan untuk menjaga stabilitas harga pangan, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam penguatan ekonomi lokal.

“Pengendalian inflasi Wamira juga memanfaatkan potensi lokal untuk mendorong kemajuan ekonomi masyarakat, khususnya KKMP. Wamira juga membantu masyarakat untuk mempermudah memperoleh bahan pokok beras dan komoditas lainnya dengan harga yang terjangkau setinggi-tingginya HET,” papar Kadri.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Veronica Ambar Ismuwardani mengatakan pihaknya akan menjembatani kerja sama antara KKMP dan distributor seperti Bulog agar rantai distribusi menjadi lebih pendek sehingga harga bisa lebih efisien. Dinas juga akan melakukan pengawasan terhadap ketersediaan barang dan kepatuhan harga sesuai ketentuan HET.

“Monitoring pasti juga akan kita lakukan sama seperti Kios Segoro Amarto. Dan pembatasan (penjualan jumlah produk) juga pasti dilakukan. Karena kalau masyarakat satu minggu dua pack (kemasan produk) saya kira sudah cukup. Mereka (pengelola Wamira) wajib memberikan laporan ke Dinas Perdagangan. Komitmen itu kita bangun nanti dengan sebuah pakta integritas yang harus ditandatangani oleh teman-teman Koperasi Merah Putih,” terang Vero.

Ketua KKMP Giwangan Sudaryanto mengatakan pihaknya menyiapkan modal awal sekitar Rp15 juta yang berasal dari pengurus koperasi dan pinjaman PKK. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan kebutuhan pokok seperti beras, gula, telur, minyak goreng, hingga produk lokal unggulan berupa sabun cuci cair Giwangi.

“Kami ambil program Wamira ini harapan kami bermanfaat pada anggota dan ke masyarakat sekitar. Karena harapan kami Koperasi Merah Putih ini sebagai penyedia bahan harga murah. Keberadaan Wamira ini akan menggerakkan warung-warung kecil. Kalau warung kecil kulakannya nggak bisa ke Bulog, ke agen nggak bisa, maka kami menjembatani kami yang kulak, kemudian akan kami ecer. Jadi menghidupkan. Kami bukan saingan, bukan mematikan warung-warung kecil,” tandas Sudaryanto.

  • Yogyakarta
  • Koperasi Merah Putih
  • Warung Milik Rakyat (Wamira)

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

12 Film Horor dengan Penggambaran Dunia Paling Mengerikan dan Memikat

Kapal Korea Selatan Tembus Jalur Arktik, Rute Baru Asia-Eropa Pangkas 7.000 Km

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.