• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tubuh Langsing Bukan Jamin...

Tubuh Langsing Bukan Jaminan Bebas Risiko Kardiovaskular, Daewoong dan PERKI Ingatkan Risiko Obesitas pada Berat Badan Normal di Kalangan Orang Asia.

Selasa, 28 Jul 2026, 17:45 WIB

PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia (selanjutnya disebut “Daewoong”) bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) menggelar sesi edukasi media di Jakarta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kardiovaskular. Melanjutkan sesi sebelumnya, program edukasi kesehatan ini diselenggarakan untuk meluruskan anggapan bahwa orang bertubuh langsing terbebas dari kolesterol tinggi dan penyakit kardiovaskular, sekaligus menyampaikan informasi kesehatan yang akurat kepada masyarakat.

Sesi tersebut menekankan bahwa kadar kolesterol jahat atau LDL-C dapat meningkat pada siapa saja, terlepas dari bentuk tubuhnya. Seseorang dengan berat badan normal tetap dapat memiliki lemak visceral berlebih maupun faktor risiko yang berkaitan dengan resistensi insulin, genetik, dan pola makan. Terlebih lagi, dislipidemia sering berkembang tanpa gejala yang terlihat.

Ket. Foto: Dari kiri ke kanan: Dr. dr. Susetyo Atmojo, Sp.JP, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari PERKI dan dr. Wicak Prasetiadi, Head of Brand & Marketing Daewoong Pharmaceutical Indonesia, berfoto bersama pada acara sesi edukasi media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kardiovaskular. — Sumber: Daewoong

Karena itu, Daewoong dan PERKI mengingatkan masyarakat agar tidak menilai kondisi kesehatannya hanya berdasarkan bentuk tubuh. Kadar kolesterol perlu dipantau secara berkala melalui pemeriksaan darah.

Sejumlah studi kohort berskala besar di Amerika Serikat, Eropa, dan wilayah lainnya menunjukkan bahwa orang dewasa dengan berat badan normal tetapi memiliki faktor risiko metabolik menghadapi risiko penyakit kardiovaskular sekitar dua hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan individu dengan berat badan serupa yang metaboliknya sehat. Temuan tersebut antara lain tercantum dalam Nurses’ Health Study serta kajian yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetologia pada 2019 dan Endocrinology & Metabolism pada 2020.

Risiko ini perlu mendapat perhatian khusus di kalangan orang Asia. Dibandingkan populasi Barat, orang Asia cenderung mengalami penumpukan lemak visceral pada berat badan yang lebih rendah. Sebuah studi diabetes pada populasi Asia yang dikutip dalam jurnal internasional Metabolism pada 2016 juga menunjukkan bahwa orang dewasa Asia dengan diabetes sekitar lima kali lebih berpeluang memiliki tubuh langsing dibandingkan mengalami obesitas.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa berat badan maupun penampilan fisik tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran kesehatan metabolik. Pemeriksaan profil lipid secara rutin tetap diperlukan untuk mengetahui kadar kolesterol dan mendeteksi risiko kardiovaskular sejak dini.

Dr. dr. Susetyo Atmojo, Sp.JP, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari PERKI yang menjadi pembicara dalam acara tersebut, mengatakan, “Tubuh langsing tidak selalu berarti kadar kolesterol berada dalam kondisi sehat. Seseorang dapat memiliki indeks massa tubuh atau BMI yang normal, tetapi menyimpan lemak visceral berlebih di sekitar organ tubuh. Kondisi ini sering disebut sebagai obesitas pada berat badan normal.”

“Penumpukan lemak visceral dapat memicu resistensi insulin serta meningkatkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida. Pemeriksaan darah merupakan satu-satunya cara untuk mengetahui kadar LDL-C secara akurat. Karena itu, pemeriksaan secara berkala sangat penting,” lanjutnya.

Dr. Susetyo menjelaskan bahwa pedoman terkini merekomendasikan pasien dengan risiko kardiovaskular sangat tinggi untuk menurunkan kadar LDL-C hingga di bawah 55 mg/dL, sekaligus mencapai penurunan sedikitnya 50% dari kadar awal.

“Pada kelompok pasien tersebut berlaku prinsip ‘semakin rendah, semakin baik’. Berbagai bukti klinis menunjukkan bahwa semakin rendah kadar LDL-C yang dicapai, semakin rendah pula risiko serangan jantung, stroke, dan kematian akibat penyakit kardiovaskular,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa dislipidemia sering kali tidak menimbulkan keluhan yang dapat dirasakan secara langsung. Oleh karena itu, orang dengan riwayat keluarga penyakit kardiovaskular, diabetes, atau hipertensi perlu menjalani pemeriksaan profil lipid secara rutin untuk memantau kadar kolesterol dan risiko kardiovaskularnya.

Dalam penanganannya, terapi kombinasi yang bekerja melalui dua jalur menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi keterbatasan terapi tunggal dan mengoptimalkan penurunan LDL-C. Pendekatan ini menggabungkan statin, yang menghambat pembentukan kolesterol di hati, dengan ezetimibe, yang mengurangi penyerapan kolesterol di usus.

Kombinasi kedua zat aktif tersebut dalam satu tablet dapat memberikan efek penurunan LDL-C yang kuat sekaligus mengurangi kebutuhan penggunaan statin dosis tinggi. Bentuk kombinasi dosis tetap juga memudahkan pasien dalam mengonsumsi obat dan membantu menjaga kepatuhan terhadap terapi. Hal ini penting bagi pasien yang membutuhkan perlindungan kardiovaskular dalam jangka panjang.

dr. Wicak Prasetiadi, Head of Brand and Marketing Daewoong, mengatakan, “Sesi ini bertujuan meluruskan anggapan bahwa orang bertubuh langsing terbebas dari risiko penyakit kardiovaskular. Sebagai mitra tepercaya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia, Daewoong akan terus memperluas edukasi mengenai pencegahan dan penanganan penyakit kardiovaskular agar masyarakat semakin memahami pentingnya pemeriksaan rutin dan penanganan yang tepat untuk menjaga kesehatan jantung.”

  • Daewoong Pharmaceutical

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.