Tyrese Haliburton Cedera Achilles, Tambah Daftar Bintang NBA yang Tumbang di Playoff

Selasa, 24 Jun 2025, 09:50 WIB

NEW YORK, AMERIKA SERIKAT — Indiana Pacers mengonfirmasi kabar buruk: sang bintang, Tyrese Haliburton, mengalami robek tendon Achilles kanan dan akan menjalani operasi pada hari Selasa (24/6) di New York. Cedera itu membuat Haliburton kemungkinan besar absen sepanjang musim 2025-2026, menambah daftar panjang pemain bintang NBA yang tumbang di babak playoff karena cedera serupa.

Point guard berusia 25 tahun itu mengalami cedera saat gim ketujuh Final NBA melawan Oklahoma City Thunder pada Minggu lalu—pertandingan yang sekaligus menutup musim Indiana dengan kekalahan 91-103 dan mengantarkan OKC pada gelar juara NBA pertama mereka.

Ket. Foto: Tyrese Haliburton. — Sumber: AFP

Haliburton sejatinya bermain dalam kondisi menahan nyeri akibat cedera betis demi membawa Pacers meraih gelar NBA pertama mereka. Namun, niat mulia itu justru berujung cedera parah. Ia terjatuh sendiri saat mencoba melakukan drive ke ring di kuarter pertama, tanpa kontak dari pemain lawan.

"Apa yang terjadi dengan Tyrese membuat hati kami semua runtuh," ucap pelatih Pacers, Rick Carlisle, seusai pertandingan. "Namun dia akan kembali. Saya percaya dia akan pulih sepenuhnya."

Haliburton mencetak rata-rata 17,7 poin dan 9 assist per gim selama playoff—tertinggi di NBA. Operasi akan dilakukan oleh Dr. Martin O'Malley, dokter yang juga menangani cedera serupa milik Kevin Durant pada Final NBA 2019.

Selain Haliburton, dua bintang lain, Jayson Tatum (Boston Celtics) dan Damian Lillard (Milwaukee Bucks), juga mengalami robek tendon Achilles selama playoff musim ini, membuat mereka diragukan tampil musim depan.

"Astaga… ini terlalu familiar," tulis Draymond Green dari Golden State Warriors di media sosial, mengacu pada nasib yang menimpa Durant enam tahun silam.

Dengan semakin banyak pemain yang mengalami cedera tendon di fase playoff, isu durasi musim reguler NBA kembali mengemuka. Saat ini, setiap tim memainkan 82 pertandingan sebelum masuk babak playoff yang intens.

Komisioner NBA Adam Silver, saat menanggapi gelombang cedera termasuk yang dialami Stephen Curry dan Jayson Tatum, menegaskan bahwa tidak ada bukti statistik yang menunjukkan pengurangan jumlah pertandingan akan mengurangi angka cedera.

"Saya tidak yakin ini soal panjang musim reguler," kata Silver. "Justru, playoff sekarang lebih longgar dibanding era sebelumnya. Dulu, playoff kerap dimainkan back-to-back di akhir pekan."

Namun ia memastikan bahwa liga tetap mengevaluasi semua data—dari menit bermain hingga performa dan dampak pertandingan beruntun. “Kami akan terus meninjaunya. Tapi tidak ada solusi instan. Faktanya, jumlah cedera di playoff musim ini justru menurun dibandingkan rata-rata historis.”

Pertemuan Komite Kompetisi NBA selanjutnya akan digelar Juli di Las Vegas, dengan agenda mengevaluasi beban kompetisi dan kondisi pemain.

Di tengah kekhawatiran cedera, NBA bersiap memasuki era baru dengan kontrak hak siar senilai USD 76 miliar selama 11 tahun yang dimulai musim depan. Ditanya apakah faktor finansial jadi alasan liga enggan memangkas jumlah laga, Silver menjawab tegas.

“Uang tentu bagian dari pertimbangannya. NBA adalah bisnis. Tapi tidak ada bukti bahwa mengurangi jumlah pertandingan akan mengurangi cedera,” ujarnya.

Meski demikian, suara dari para pemain, seperti bintang Denver Nuggets Aaron Gordon, menyuarakan kekhawatiran soal “cedera akibat kelelahan” di playoff, bisa menjadi tekanan baru yang mendorong perubahan dalam struktur kompetisi di masa depan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.