Sinergi Bank Mandiri & PLN NP: Borong Unit Karbon Muara Tawar demi Target Net Zero 2030

Jumat, 17 Apr 2026, 14:50 WIB

JAKARTA - Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, melakukan kunjungan ke Unit Pembangkit (UP) Muara Tawar milik PLN Nusantara Power beberapa waktu lalu. Kunjungan ini dilakukan bersama jajaran manajemen kedua pihak untuk melihat langsung peran strategis pembangkit dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan juga didampingi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PLN NP, Teguh Widhi Harsono. Fokus utama kunjungan adalah memastikan kesiapan operasional pembangkit, terutama saat menghadapi beban puncak dan fluktuasi pasokan energi baru terbarukan (EBT).

Ket. Foto: Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, melakukan kunjungan ke Unit Pembangkit (UP) Muara Tawar milik PLN Nusantara Power beberapa waktu lalu. Kunjungan ini dilakukan bersama jajaran manajemen kedua pihak untuk melihat langsung peran strategis pembangkit dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional. — Sumber: Istimewa

"Peningkatan porsi energi baru terbarukan membutuhkan dukungan infrastruktur yang mampu menjaga keandalan sistem. Dalam hal ini, PLTGU Muara Tawar memiliki peran penting karena mampu merespons perubahan beban dan fluktuasi pasokan listrik dengan cepat," ujar Henry.

PLTGU Muara Tawar dinilai memiliki peran krusial dalam mendukung transisi energi nasional. Pembangkit berbasis gas dan uap tersebut mampu menjaga stabilitas sistem kelistrikan di tengah peningkatan penggunaan energi ramah lingkungan.

Selain itu, kunjungan ini juga berkaitan dengan komitmen Bank Mandiri dalam mendukung pengurangan emisi karbon. Upaya tersebut menjadi bagian dari target perusahaan untuk mencapai Net Zero Emission operasional pada 2030.

Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah melalui inisiatif carbon offset, termasuk pembelian unit karbon yang telah terverifikasi. Langkah ini dinilai sebagai solusi yang feasible dalam mendukung pencapaian target dekarbonisasi secara bertahap.

Pada Januari 2025, Bank Mandiri tercatat membeli sebanyak 5.000 tCOâ‚‚e unit karbon melalui IDXCarbon. Unit karbon tersebut berasal dari proyek konversi pembangkit single cycle menjadi combined cycle di Blok 2 Muara Tawar yang dikelola PLN NP.

Proyek tersebut berfokus pada peningkatan efisiensi pembangkit dengan memanfaatkan kembali panas buangan menjadi energi listrik tambahan. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kinerja operasional, tetapi juga berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca.

Pembelian unit karbon ini mencerminkan keterlibatan aktif Bank Mandiri dalam pengembangan pasar karbon di Indonesia. Selain pembiayaan, bank tersebut juga mendorong ekosistem voluntary carbon market yang kini semakin berkembang.

"Bank Mandiri mendukung transisi energi tidak hanya dari sisi pembiayaan, tetapi juga melalui partisipasi dalam ekosistem karbon yang sedang berkembang di Indonesia. Kami melihat ini sebagai bagian dari upaya untuk mendukung target dekarbonisasi nasional secara bertahap dan terukur," tambah Henry.

Dukungan terhadap proyek PLN NP juga menunjukkan hubungan strategis antara Bank Mandiri dan nasabah korporasi utama. PLN NP sendiri merupakan bagian dari PLN Group yang menjadi salah satu klien utama dalam sektor pembiayaan korporasi.

Melalui sinergi tersebut, Bank Mandiri tidak hanya berperan sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra dalam upaya dekarbonisasi. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat transisi energi nasional menuju sistem yang lebih berkelanjutan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.