Kepercayaan Goyah! Rupiah Hari Ini Melemah Usai S&P Soroti Risiko Obligasi RI
Jumat, 17 Apr 2026, 17:55 WIBJAKARTA â Pelemahan rupiah mencerminkan meningkatnya persepsi risiko terhadap perekonomian domestik setelah S&P Global Ratings memberikan outlook negatif pada obligasi pemerintah Indonesia.
Penilaian ini tidak serta-merta menurunkan peringkat, namun memberi sinyal potensi tekanan fiskal dan ketidakpastian ke depan, yang mendorong investor global cenderung melakukan aksi lindung nilai atau keluar dari aset berdenominasi rupiah.
Dalam konteks pasar keuangan yang sensitif terhadap sentimen, perubahan outlook tersebut memperkuat tekanan eksternal yang sudah ada, seperti suku bunga global tinggi dan gejolak geopolitik.
Akibatnya, permintaan terhadap dolar AS meningkat, sementara aliran modal ke pasar domestik tertahan. Jika tidak diimbangi dengan respons kebijakan yang kredibelâbaik dari sisi fiskal maupun moneterâtekanan terhadap rupiah berpotensi berlanjut dalam jangka pendek.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Jumat (17/4), melemah 50 poin atau 0,29 persen menjadi Rp17.189 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.139 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi outlook negatif dari lembaga rating Standard & Poor's Global Ratings (S&P) terhadap peringkat obligasi.
âRupiah pada perdagangan hari ini lebih dipengaruhi oleh tekanan domestic terkait outlook yang negative dari lembaga rating S&P terhadap peringkat obligasi pemerintah karena tekanan fiskal pemerintah yang besar,â ungkapnya di Jakarta, Jumat (17/4).
Sebelumnya, dilaporkan bahwa lembaga pemeringkat S&P Global Ratings khawatir terhadap rasio pembayaran utang Indonesia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa S&P menanyakan secara detail kondisi fiskal Indonesia, termasuk konsistensi menjaga defisit tetap di bawah ambang batas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Purbaya menyampaikan ada peluang defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 pada Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) menurun dari proyeksi awal setelah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi sementara defisit APBN 2025 sebesar 2,92 persen PDB. Adapun pada hasil akhir audit nanti, Purbaya memproyeksikan defisit menyempit ke level 2,8 persen dari PDB.
Adapun untuk APBN Tahun Anggaran 2026, Menkeu menyampaikan upaya pihaknya memperbaiki pengumpulan pajak serta kepabeanan dan cukai, salah satunya melalui restrukturisasi organisasi.
âDari eksternal, sebenarnya memberikan sentimen positive (terhadap rupiah), terlihat dari mayoritas mata uang regional yang menguat dan index dollar yang relatif stabil,â ucap Rully.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.189 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.142 per dolar AS.
- rupiah hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pertamina Tambah 9 Juta Tabung Elpiji 3 Kg di Jateng-DIY
-
Akses Tani Kini Mulus, TMMD Kutai Barat Sukses Tembus Jalan 3.500 Meter dalam 30 Hari
-
Pasar Jaya Kerahkan 33 Truk Angkut Sampah di Pasar Induk Kramat Jati
-
Cari Informasi Lebih Cepat Tanpa Pindah Aplikasi lewat Circle to Search
-
Pemkot Tangerang Larang ASN Keluar Kota saat "WFA"
-
Persis Keluar dari Zona Degradasi Setelah Menang 3-0 atas Bali United
-
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Berkala Kebijakan Penahanan Harga BBM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.