Bappenas Dorong Jatim Capai Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6 persen
Jumat, 17 Apr 2026, 19:02 WIBSURABAYA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mendorong Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen
â(Kami mendorong) Jawa Timur mencapai pertumbuhan di atas 6 persen, disertai peningkatan kualitas pembangunan melalui penurunan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan ketimpangan,â katanya saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi (Musrenbangprov) Jawa Timur.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (17/4), ia menyebutkan bahwa Bappenas bersama dengan pemerintah daerah tengah menyusun Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 dalam kerangka pembangunan nasional yang terintegrasi.
Target pertumbuhan ekonomi di Jatim yang diharapkan Bappenas bertujuan untuk menargetkan akselerasi pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan pada kisaran 6,3 hingga 7,5 persen sebagaimana dalam RKP 2027, sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025â2029.
Pihaknya juga menekankan urgensi sinergi pusat dan daerah dalam memastikan implementasi program prioritas nasional, antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, digitalisasi pendidikan, serta penguatan ekonomi melalui Koperasi Merah Putih.
Di Jatim, lanjutnya, berbagai proyek strategis turut didorong, termasuk pembangunan bendungan, sistem penyediaan air minum, kilang minyak Tuban, pengembangan biofuel, jalan tol, serta kawasan ekonomi khusus (KEK) di Gresik dan Singasari.
Menurut dia, kawasan metropolitan Surabaya atau Gerbangkertosusila (GresikâBangkalanâMojokertoâSurabayaâSidoarjoâLamongan) memiliki prospek cerah sebagai pilar ekonomi Jatim. Prospek tersebut turut didukung pembangunan infrastruktur yang semakin terintegrasi.
Selain itu, Kepala Bappenas menekankan pula penguatan tata kelola data melalui Satu Data Indonesia (SDI) sebagai fondasi penting dalam mendukung perencanaan dan pengendalian pembangunan yang efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
SDI juga diharapkan dapat menjaga harmonisasi keamanan antara pusat, daerah, dan desa, sehingga seluruh proses pembangunan desa dapat berjalan lebih selaras, efektif, dan berkelanjutan.
âRKP 2027 harus menjadi dasar kuat dalam memperkuat ekonomi daerah. Jika ekonomi daerah kuat, maka ekonomi nasional juga akan kuat,â ujar Menteri PPN.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Era Messi Berakhir, Ini Gambaran Masa Depan Tim Nasional Argentina hingga 2036
-
Koneksi dan Bappenas Petakan Risiko Sosial dan Lingkungan PLTS Terapung
-
Lorong Bangkai KM Virgo Transport 8 Banyak Tertutup, Penyelam Hadapi Akses Terbatas
-
Popularitas Premier League Meningkat 20 Persen di Kalangan Anak Muda Amerika Serikat
-
Telkom Resmi Spin-Off Bisnis Fiber ke InfraNexia Senilai Rp85,7 Triliun
-
Hari Jadi Ke-81 Ditandai dengan Semangat Pembangunan Berkelanjutan di Jatim
-
UEFA Bagikan 560 Miliar Rupiah kepada Klub yang Lepas Pemain ke Nations League
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.