Menperin Dorong Sektor Manufaktur Gunakan Teknologi Modern demi Tingkatkan Produksi Arang Nasional

Rabu, 15 Apr 2026, 17:22 WIB

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memacu penerapan teknologi modern pada sektor manufaktur. Langkah strategis tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi energi sekaligus memperkuat kapasitas produksi industri arang nasional.

Agus menilai, transformasi teknologi pada skala industri kecil menjadi kunci keberlanjutan ekonomi. Penggunaan inovasi terbaru diyakini mampu menekan biaya operasional secara signifikan di tengah dinamika global.

Ket. Foto: — Sumber: Dokumentasi Kementerian Perindustrian

“Di tengah dinamika yang membutuhkan kecepatan produksi, industri dalam negeri perlu meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal. Penggunaan teknologi seperti tungku Beehive ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga lebih hemat energi dan ramah lingkungan,” ujar Agus di Jakarta, Selasa (14/4).

Menperin menegaskan, penguatan struktur industri dalam negeri harus berbasis pada sumber daya alam. Pihaknya terus mendorong program hilirisasi agar komoditas lokal memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Ia mengatakan, penerapan standar teknologi yang tepat akan membuka lebar akses produk Indonesia ke pasar internasional. Menurut dia, pengoptimalan sumber daya domestik diharapkan dapat meningkatkan kualitas arang tempurung kelapa secara konsisten dan masif.

“Pemanfaatan teknologi yang tepat akan mendorong peningkatan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing industri nasional. Termasuk industri berbasis komoditas kelapa yang memiliki potensi besar di pasar global,” kata Agus.

Sementara itu, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari mengatakan, pihaknya memfokuskan layanan pada aspek keberlanjutan. Menurut dia, transformasi jasa industri diarahkan untuk membangun ekosistem yang lebih efisien dalam penggunaan energi fosil.

Emmy menyebutkan, standarisasi produk menjadi syarat mutlak dalam memenangkan persaingan di pasar dunia. Strategi ini dirancang agar sektor industri kecil dan menengah (IKM) lebih berorientasi ekspor.

“Transformasi layanan ini menjadi strategi untuk membangun ekosistem industri. Lebih terstandar, efisien dalam penggunaan energi, berdaya saing, dan berorientasi ekspor,” ujar Emmy.

Salah satu penerapan teknologi di sektor manufaktur adalah tungku Beehive di Minahasa. Teknologi tersebut mampu memproses sekitar 4 ton bahan baku tempurung kelapa dalam satu tahap.

Inovasi ini diklaim lebih hemat energi dan menghasilkan kualitas pembakaran yang jauh lebih stabil. Kepala Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Manado, Soni Pitriajaya, berharap metode modern ini menjadi standar operasional baru bagi para pelaku usaha daerah.

“Kami berharap teknologi ini dapat menjadi standar baru bagi IKM arang tempurung kelapa. Dengan proses yang lebih efisien, pelaku industri tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mampu menghemat penggunaan energi,” ujar Soni.

Implementasi teknologi karbonisasi ini mampu menghasilkan rendemen arang hingga mencapai angka 30 persen. Kadar air yang dihasilkan pun sangat rendah yaitu hanya berkisar pada angka 5 persen saja.

Provinsi Sulawesi Utara memiliki potensi yang sangat besar sebagai salah satu penghasil kelapa utama dunia. Pengembangan industri turunan kelapa diharapkan dapat membuka banyak peluang usaha baru bagi masyarakat setempat. ils/I-1

  • Menperin
  • Industri Arang Kelapa

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.