Festival Kor’a Inasua Digelar, Malteng Perkuat Budaya Pangan Lokal dan Konservasi Laut
Selasa, 14 Apr 2026, 17:15 WIBAmbon - Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) memperkuat budaya pangan lokal berbasis tradisi melalui penyelenggaraan Festival Korâa Inasua di Kecamatan Teon Nila Serua (TNS) sebagai upaya menjaga keberlanjutan budaya sekaligus sumber daya laut.
Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir di Maluku Tengah, Selasa (14/4) mengatakan, penguatan budaya pangan lokal seperti inasua harus berjalan seiring dengan pelestarian sumber daya alam, khususnya ekosistem laut.
âSebagai pangan tradisional, inasua menjadi bagian dari identitas masyarakat pesisir di Maluku, khususnya TNS. Dalam hal ini, menjaga laut berkorelasi langsung antara kelestarian lingkungan dengan keberlanjutan budaya dan ekonomi masyarakat,â ujarnya.
Festival ini, kata dia, menjadi ruang ekspresi budaya, edukasi konservasi, dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui pengembangan pangan tradisional inasua.
Inasua merupakan produk kuliner tradisional berupa ikan fermentasi khas masyarakat TNS yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia sejak 2015.
Produk ini dihasilkan melalui metode pengawetan ikan menggunakan garam, yang berkembang sebagai solusi pemenuhan pangan saat musim angin.
Selain mencerminkan kearifan lokal dalam pengelolaan hasil laut, inasua juga menegaskan pentingnya menjaga kesehatan ekosistem laut sebagai sumber bahan baku, termasuk ikan laut dalam seperti ikan gindara (Ruvettus pretiosus).
Menurutnya penguatan kapasitas masyarakat, khususnya kelompok perempuan, menjadi fokus utama melalui berbagai pelatihan.
Kegiatan itu mencakup peningkatan kualitas produksi inasua yang higienis dan aman konsumsi, literasi keuangan, hingga pengembangan produk dan strategi pemasaran.
Selain itu, generasi muda juga dilibatkan melalui edukasi lingkungan, lomba konten media sosial, serta permainan berbasis konservasi guna menumbuhkan kesadaran menjaga laut sejak dini.
Camat Teon Nila Serua Ronald Wonmaly menilai festival ini menjadi momentum strategis untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga praktik pemanfaatan sumber daya laut secara bijak.
âKami mendorong masyarakat untuk terus menjaga praktik-praktik lokal yang arif dalam memanfaatkan hasil laut. Festival ini menjadi ruang belajar bersama tentang pentingnya laut yang sehat bagi kehidupan sehari-hari,â katanya.
Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) turut mendukung penyelenggaraan festival melalui program kelautan yang berfokus pada penguatan budaya lokal, edukasi konservasi, serta pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.
Direktur Program Kelautan YKAN Muhammad Ilman mengatakan, praktik tradisional seperti inasua mencerminkan nilai efisiensi dan keberlanjutan yang sejalan dengan upaya konservasi.
âPenguatan adat dan budaya lokal merupakan fondasi penting dalam mendorong praktik perikanan berkelanjutan. Ketika masyarakat menjaga tradisinya, pada saat yang sama mereka juga menjaga ekosistem laut,â ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan berbasis budaya dinilai efektif dalam mendukung perancangan kawasan konservasi perairan di wilayah TNS yang dilakukan pemerintah dengan dukungan YKAN.
Festival Korâa Inasua diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat adat, dan mitra pembangunan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir, sekaligus meningkatkan kesadaran publik bahwa laut yang sehat menjadi prasyarat utama bagi keberlangsungan budaya dan ekonomi masyarakat pesisir.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Perang Iran-Israel Ancam Dunia Kerja Tanah Air, Kemnaker Siapkan Langkah dan Strategi Mitigasi Gelombang PHK
-
Kerja Sama Pendidikan Pemkab Malteng dengan Australia dan Suriname
-
Semar Ndalil, Taman Pangan Edukatif Andalan Girikerto Sleman
-
Tambat Labuh untuk Menjaga Kelestarian Terumbu Karang Raja Ampat
-
Anak Tampak Sehat Belum Tentu Cukup Gizi, Ini Penjelasan Dokter
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.