Bulog Kotawaringin Timur Intervensi Pasar Jaga Harga Minyak Goreng

Senin, 13 Apr 2026, 10:08 WIB

KOTAWARINGIN TIMUR – Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengoptimalkan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga komoditas minyak goreng.

Kepala Perum Bulog Cabang Kotawaringin Timur, Muhammad Azwar Fuad, di Sampit, Senin (13/4), mengatakan salah satu yang pihaknya lakukan adalah mengajak pedagang eceran dan masyarakat bergabung menjadi mitra penyaluran minyak goreng merek Minyakita.

Ket. Foto: Kepala Perum Bulog Cabang Kotim Muhammad Azwar Fuad.  — Sumber: ANTARA

“Silakan datang ke kantor Bulog mendaftar jadi mitranya Bulog. Tidak ada pungutan biaya, hanya perlu melengkapi persyaratan saja,” katanya.

Ajakan ini ia sampaikan menyusul kenaikan harga Minyakita di pasaran. Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng tersebut ditetapkan oleh pemerintah di angka Rp15.700 per liter, namun di lapangan tak sedikit yang menjual di atas HET. Mulai dari Rp16.000 hingga Rp17.000 per liter.

Fuad menjelaskan penyaluran minyak goreng ini tidak hanya dilakukan oleh Bulog saja, tapi ada ID Food yang juga merupakan BUMN.

“Artinya, dari 30 persen jatah produksi Minyakita itu dibagi dua untuk Bulog dan ID Food, lalu sisanya 70 persen masih swasta yang menyalurkan. Jadi bukan hanya Bulog yang menyalurkan,” ujarnya.

Kedua, mengenai suplai Minyakita ke pasaran yang kabarnya sempat tersendat,  menurut, analisanya hal ini berhubungan dengan program bantuan pangan nasional yang salah satu komoditasnya adalah minyak goreng.

Ia menyebutkan selama Maret suplai Minyakita diutamakan untuk bantuan pangan. Dalam program itu setiap Kepala Keluarga (KK) menerima empat liter Minyakita untuk jatah dua bulan sekaligus. Jumlah itu dikalikan puluhan juta penerima bantuan di Indonesia.

“Tapi saya yakin April ini suplai dari pabrik sudah mulai normal. Saya juga berharap kawan-kawan swasta, karena penyaluran ini bukan hanya Bulog dan kuota yang terbesar juga tetap swasta. Itu bisa membantu menstabilkan harga Minyakita,” harapnya.

Selanjutnya, kendala Bulog Kotawaringin Timur dalam penyaluran Minyakita saat ini masih pada masalah kurangnya mitra.

Fuad menyampaikan jumlah mitra Bulog Kotim saat ini hanya sekitar 60 orang, termasuk dengan Rumah Pangan Kita (RPK), untuk seluruh wilayah Kotawaringin Timur dan itu pun 70 persen di luar pasar.

Oleh karenanya pihaknya terus mengajak dan membuka peluang bagi siapa saja yang ingin menjadi mitra Bulog, bukan hanya dalam penjualan minyak goreng tetapi juga produk lainnya dari Bulog seperti beras SPHP.

Ia menambahkan, saat ini, stok minyak goreng di gudang Bulog Kotawaringin Timur sekitar 40.000 liter. Bulog juga menerapkan aturan ketat bagi mitra agar tidak bermain harga melalui penandatanganan Pakta Integritas dan survei pasar rutin.

  • Bulog Kotawaringin Timur

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.