Awal Tahun Makin Ramai, Program Belanja Nasional Cetak Rp184 Triliun
Minggu, 12 Apr 2026, 21:35 WIBJAKARTA â Program Belanja Nasional bisa dibilang jadi âjurus cepatâ buat menggerakkan ekonomi dari sisi yang paling terasa: konsumsi.
Lewat berbagai promo, diskon, dan kampanye belanja, pemerintah dan pelaku usaha sama-sama dorong masyarakat untuk lebih aktif bertransaksi. Efeknya, roda ekonomi langsung berputar, terutama di sektor ritel dan UMKM.
Tapi di balik keseruannya, ada catatan penting. Program seperti ini biasanya punya dampak jangka pendek, jadi tantangannya adalah bagaimana menjaga momentum setelah periode promo selesai.
Kalau tidak dibarengi dengan peningkatan daya beli yang lebih fundamentalâseperti lapangan kerja dan pendapatanâefeknya bisa cepat mereda.
Makanya, Program Belanja Nasional paling efektif kalau dijadikan pemantik. Setelah itu, perlu ada strategi lanjutan supaya konsumsi tetap stabil dan pertumbuhan ekonomi bisa lebih berkelanjutan, bukan sekadar ramai sesaat.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan Program Belanja Nasional Triwulan I Tahun 2026 mencatatkan transaksi Rp184,02 triliun atau melampaui target yang telah ditetapkan.
Dalam keterangan di Jakarta, Minggu (12/4), Budi mengatakan keberhasilan ini membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha mampu menciptakan stimulus yang efektif bagi konsumsi masyarakat.
"Secara keseluruhan, realisasi Program Belanja Nasional Triwulan I Tahun 2026 tercatat mencapai
Rp184,02 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp172,38 triliun," ujar Budi.
Program Belanja Nasional terdiri dari Friday Mubarak dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran. Friday Mubarak oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berhasil membukukan transaksi Rp129,12 triliun atau 8,5 persen di atas target.
Kegiatan ini diselenggarakan pada 11 Februari-31 Maret 2026, yang diikuti sekitar 200 merek ritel, 11 juta pedagang pasar, 414 pusat perbelanjaan, serta 13.450 pasar rakyat di seluruh Indonesia.
Sementara itu, BINA Lebaran oleh Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) turut menyumbang performa positif dengan total transaksi mencapai Rp54,9 triliun atau 2,8 persen di atas target.
Program ini dilaksanakan pada 6-30 Maret 2026, yang melibatkan sekitar 800 merek, 80.000 gerai ritel, serta 400 pusat perbelanjaan yang tersebar di 24 provinsi di seluruh Indonesia.
"Capaian pada Triwulan I menjadi fondasi penting
untuk menjaga keberlanjutan konsumsi domestik sepanjang tahun 2026," katanya.
Sejalan dengan capaian transaksi, tren kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan juga menunjukkan tren positif.
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mencatat selama periode Ramadan dan libur Idul Fitri 1447 H/Lebaran 2026, kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan meningkat hingga 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Konsumsi terpantau didominasi kategori makanan dan minuman, serta sektor hiburan.
"Pemerintah optimistis tren ini terus berlanjut dengan proyeksi pertumbuhan kunjungan pada Triwulan I-2026 yang diperkirakan tetap tumbuh di atas 10 persen secara tahunan (year-on-year)," jelasnya.
Pemerintah memastikan terus mendorong kolaborasi dengan ritel modern; pusat perbelanjaan; serta pelaku usaha, termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), untuk secara berkelanjutan memperkuat ekosistem perdagangan dalam negeri.
- program belanja nasional
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.