Tenda Pengungsian Didirikan untuk Korban Banjir di Bengkulu

Kamis, 09 Apr 2026, 16:56 WIB

JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tenda pengungsian telah didirikan untuk menampung warga terdampak banjir di Bengkulu menyusul hujan deras yang menyebabkan genangan di permukiman.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa tenda pengungsian didirikan tim reaksi cepat BPBD Bengkulu sebagai langkah antisipasi bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal sementara.

Ket. Foto: Salah satu masjid di Kota Bengkulu yang ikut terendam banjir, Kamis (9/4). — Sumber: ANTARA/Anggi Mayasari

"Petugas diturunkan untuk melakukan asesmen, pendataan, penyaluran bantuan logistik, serta evakuasi warga yang terjebak banjir," kata dia.

Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB mengkonfirmasi banjir berdampak pada 26 kelurahan di delapan kecamatan, yakni Kecamatan Singaran Pati, Muara Bangkahulu, Ratu Agung, Selebar, Ratu Samban, Sungai Serut, Kampung Melayu, dan Gading Cempaka.

Banjir terjadi setelah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin (6/4) sekitar pukul 02.00 WIB itu menggenangi permukiman warga dengan ketinggian antara 30-100 centimeter.

Sebanyak 2.855 rumah, satu fasilitas ibadah, dan satu fasilitas pendidikan terdampak dalam peristiwa tersebut.

Selain itu, juga dilaporkan ada sebanyak 219 keluarga yang terdampak banjir dari Desa Jaya Karta, Pulau Panggung, Tengah Padang, Taba Pasma, Nakau, serta Kembang Sri, Taba Terunjam, Talang Empat, dan Desa Taba Jambu di Kecamatan Pondok Kubang.

Abdul memastikan tim petugas masih bersiaga di lokasi di bawah pengawasan pemerintah daerah untuk memastikan keamanan dan keselamatan warga terdampak meskipun kondisi banjir sudah berangsur surut.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.