Tahun 2025 Laba Bersih OCBC Tembus Rp5,1 Triliun

Kamis, 09 Apr 2026, 17:08 WIB

JAKARTA-PT. Bank OCBC NISP Tbk (NISP) melaporkan capaian kinerja keuangan tahun penuh 2025 dalam rangkaian Paparan Publik Tahunan yang berlangsung Kamis (9/4). 

Dari laporan tersebut, Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang solid sebesar 4 persen secara tahunan menjadi Rp5,1 triliun, kendati menghadapi tekanan di sisi pendapatan bunga.

Ket. Foto: Direksi OCBC di sela sela Paparan Publik Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) 2026 di Jakarta, Kamis (9/4) — Sumber: istimewa

Direktur Keuangan OCBC, Hartati, mengucapkan, pertumbuhan laba ini diikuti dengan tingkat pengembalian ekuitas atau Return on Equity yang terjaga di level 12,2 persen. Namun, adanya perlambatan pada pos pendapatan bunga bersih seiring dengan dinamika penyaluran kredit di sepanjang tahun lalu.

“Berikut saya akan menyampaikan kinerja keuangan ketiba posisi NSPT Rika tahun 2020. Pada tahun 2025, kembali mengumpulkan kinerja berkelanjutan. Kalau kita lihat ada laba ekstresi, tumbuh 4 persen menjadi Rp5,1 triliun dengan ROE atau Rekun On Equity sebesar 12,2 persen,” ujar Hartati di OCBC Tower, Jakarta, Kamis (9/4). 

Hartati merinci bahwa total kredit yang disalurkan perusahaan tumbuh tipis 2 persen menjadi Rp173 triliun. Meski tumbuh terbatas, kualitas aset perseroan tetap berada dalam kondisi prima dengan rasio kredit bermasalah atau NPL Bruto di level 1,9 persen, yang mana angka ini tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata industri perbankan.

Di sisi lain, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) justru melonjak tajam hingga 18 persen mencapai Rp244 triliun. Pertumbuhan ini didominasi oleh dana murah melalui komposisi Giro dan Tabungan (CASA) yang meningkat 24 persen, sehingga rasio CASA naik ke posisi 58 persen.

“Total kredit yang disarurkan tumbuh 2 persen menjadi Rp173 triliun dengan kualitas kredit yang terjaga, yang terjemin pada NPA ratio sebesar 1,9 persen di mana rasio ini lebih rendah dari rata-rata industri. Total simpanan kasaba atau dana pihak TK meningkat 18 persen mencapai Rp244 triliun,” jelas Hartati.

Meskipun pendapatan bunga bersih mengalami penurunan akibat perlambatan kredit dan tekanan marjin bunga bersih (NIM) ke level 3,9 persen, perseroan mampu mengimbanginya melalui efisiensi. Hal ini terlihat dari Cost to Income Ratio (CTIR) yang membaik ke angka 47,1 persen serta rasio BOPO yang terjaga di level 69,6 persen.

Pendapatan non-bunga juga menjadi penopang kinerja tahun 2025, yang didorong oleh keuntungan dari penjualan surat berharga serta pendapatan transaksi valuta asing yang dipengaruhi oleh kondisi pasar yang fluktuatif. Dari sisi struktur kredit, sektor produktif masih mendominasi sebesar 84 persen, yang terbagi atas kredit modal kerja 41 persen dan investasi 43 persen.

OCBC juga memperkuat bantalan risikonya dengan mengalokasikan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang memadai, dengan provision coverage ratio mencapai 256 persen. Ketahanan modal bank pun terlihat sangat kokoh dengan CAR atau rasio kecukupan modal sebesar 24,5 persen pada akhir tahun 2025.

Sementara itu, di pasar modal, harga saham NISP pada perdagangan hari ini terpantau berada di level 1.395 per lembar saham. Meski kinerja keuangan tergolong impresif, saham NISP masih memiliki tantangan dari sisi regulasi bursa terkait porsi saham publik atau free float yang saat ini tercatat sebesar 13,98 persen. Angka tersebut masih berada di bawah ketentuan minimal Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mewajibkan perusahaan tercatat memiliki free float minimal 15 persen.

Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC mencatatkan pertumbuhan yang berkualitas dengan fundamental permodalan dan likuiditas yang tetap kuat. Di tengah dinamika global yang menantang, Bank telah menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit yang selektif, pengelolaan risiko yang baik, serta penguatan CASA dan basis nasabah yang berkelanjutan. 

Kinerja ini mencerminkan OCBC yang merupakan salah satu upaya untuk senantiasa memperkuat tata kelola dan manajemen risiko yang terintegrasi. "Struktur ini bukan hanya memenuhi ketentuan regulator, tetapi juga memperkuat sinergi bisnis, efisiensi modal, dan daya saing kami dalam melayani kebutuhan,"ucapnya.

Dalam hal transformasi digital terang Parwati, Bank terus mencatatkan perkembangan yang positif. Sepanjang tahun 2025, total frekuensi transaksi digital tumbuh sebesar 46% secara tahunan didukung oleh pertumbuhan jumlah pengguna aktif internet banking dan OCBC Mobile Banking mencapai 13% secara tahunan, serta pertumbuhan pengguna aktif OCBC Business Mobile untuk nasabahkorporasi sebesar 19% secara tahunan. Dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp1.500 triliun selama tahun 2025.

Sepanjang 2025 OCBC juga melakukan inovasi produk untuk memperluas relevansi di berbagai segmen. Di antaranya melalui peluncuran Young NYALA sebagai solusi literasi keuangan anak dan remaja, kehadiran OCBC Star Wars Platinum Credit Card yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengelola kebiasaan baik dalam transaksi keuangan, serta fitur pembayaran nirsentuh Tap Kartu Kredit OCBC berbasis NFC untuk menghadirkan pengalaman transaksi yang seamless.

Perluas dukungan

OCBC juga memperluas dukungan terhadap pelaku usaha melalui OCBC Merchant, serta mendorong literasi dan kesehatan finansial masyarakat melalui penyelenggaraan Nyala Festival 2025 dan peluncuran Financial Fitness Index 2025 sebagai tolok ukur kondisi finansial masyarakat Indonesia. 

"Di sisi pendanaan, penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I 2025 juga semakin memperkuat struktur pendanaan serta mendukung pertumbuhan kredit yang berkualitas dan berkelanjutan,"papar Parwati.

Selain itu, di 2025 OCBC juga menggelar OCBC One Connect untuk ketiga kalinya; sebuah forum bisnis yang mempertemukan pelaku industri, pemangku kepentingan, dan investor dari Tiongkok dan Indonesia serta menyelenggarakan OCBC Business Forum 2025 dengan tema Navigating Global Challenges: Strategies for Resilient Growth and Colaboration" menyoroti pentingnya strategi bisnis yang adaptif dan kolaboratif dalam menghadapi dinamika ekonomiglobal yang penuh tantangan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.