Penggembala Hilang di Taman Nasional Blauran Terus Dicari

Kamis, 09 Apr 2026, 07:34 WIB

SURABAYA – Penggembala sapi Suwardi (68), warga Desa Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jatim dinyatakan hilang sejak Sabtu (4/4) di hutan kawasan Taman Nasional Baluran saat menggembalakan sapi. Tim Pencarian dan Pertolongan (Search and Rescue/SAR) gabungan Situbondo, Jawa Timur, Rabu, terus melakukan operasi pencarian.

"Pada hari keempat pencarian penggembala sapi di hutan TN Baluran dilakukan pencarian arah timur dan utara sekitar 300-500 meter dari titik lokasi Pak Suwardi hilang," kata Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalpos) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo Puriyono di Situbondo, Rabu.

Ket. Foto: gembala tersesat — Sumber: ist

Dia menjelaskan pencarian penggembala sapi di hutan TN Baluran dibagi menjadi dua tim. Tim pertama gabungan BPBD, Basarnas, Tagana, Koramil, dan staf Kecamatan Banyuputih serta warga sekitar, melakukan pencarian dari lokasi korban hilang ke arah timur dan selatan.

Tim kedua terdiri atas petugas Polisi Kehutanan (Polhut) Taman Nasional Baluran dan warga sekitar, melakukan pencarian dan penyisiran menuju lereng Gunung Baluran di kawasan TN Baluran.

"Pencarian penggembala sapi ini dilakukan sejak pukul 09.00 WIB, dan hingga pukul 16.00 WIB hasilnya masih nihil belum ditemukan, dan pencarian dilanjutkan pada Kamis (9/4) besok," ujar dia.

Puriyono menambahkan operasi pencarian penggembala sapi juga ada kendala medan yang cukup sulit, karena hutan di kawasan TN Baluran rimbun, semak belukar dan berduri, dan jalur menanjak berbatu.

Ciri-ciri penggembala sapi yang dinyatakan hilang itu memiliki tinggi badan 165 cm, rambut keriting pendek, badan kurus, kulit sawo matang, pakaian yang digunakan kaos loreng, dan celana warna biru.

Menurut Puriyono, pencarian penggembala sapi di hutan TN Baluran dibagi menjadi dua tim. Tim pertama gabungan BPBD, Basarnas, Tagana, Koramil, dan staf Kecamatan Banyuputih serta warga sekitar, melakukan pencarian mulai dari rumah korban menuju lokasi korban terakhir bertemu dengan rekan sesama penggembala sapi.

Sedangkan tim kedua terdiri dari petugas Polisi Kehutanan (Polhut) Taman Nasional Baluran dan warga sekitar, katanya, melakukan pencarian dan penyisiran menuju lereng Gunung Baluran di kawasan TN Baluran.

"Medan pencarian penggembala sapi ini lumayan sulit, karena hutan di kawasan TN Baluran cukup rimbun, semak belukar, dan berduri, dan jalurnya juga menanjak berbatu," kata Puriyono.

  • taman nasional blauran
  • gembala hilang

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.