Antisipasi Kekeringan Jawa Timur 2026: DPRD Usulkan Pembangunan Sumur Artesis dan Pipanisasi
Kamis, 09 Apr 2026, 03:05 WIBSURABAYA -Â Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, mendesak Pemerintah Provinsi untuk segera merumuskan kebijakan permanen guna memutus rantai persoalan kekeringan yang rutin melanda wilayah tersebut setiap tahun.
Dalam keterangannya di Surabaya, Rabu (8/4), Puguh menekankan bahwa distribusi air bersih temporer tidak lagi memadai untuk menghadapi tantangan iklim yang semakin ekstrem. Ia mengusulkan investasi besar pada pembangunan sumur artesis dan penguatan infrastruktur pipanisasi di wilayah rawan, sebagai langkah strategis menjamin ketersediaan air bagi warga maupun sektor pertanian.
âSudah saatnya disiapkan kebijakan permanen agar masyarakat tidak lagi khawatir setiap kali musim kemarau datang,â ujarnya di Surabaya, Rabu.
Puguh mengusulkan sejumlah langkah konkret yang bisa dilakukan pemerintah, di antaranya pembangunan sumur bawah tanah atau sumur artesis di wilayah rawan kekeringan.
Meski membutuhkan anggaran besar, ia menilai langkah tersebut menjadi investasi penting untuk menjamin ketersediaan air bersih.
Selain itu, penguatan infrastruktur pipanisasi air juga dinilai menjadi solusi efektif, terutama di daerah yang memiliki sumber mata air namun belum terdistribusi dengan baik.
Politisi PKS ini mengingatkan bahwa mitigasi di sektor pertanian harus menjadi prioritas untuk menjaga ketahanan pangan, terlebih di tengah dinamika global yang tidak menentu.
Karena itu, ia mendorong adanya sinergi lintas instansi di lingkungan Pemprov Jawa Timur untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang secara komprehensif.
Dengan langkah mitigasi yang tepat dan kebijakan yang berkelanjutan, diharapkan Jawa Timur tidak lagi menghadapi âdrama tahunanâ kekeringan yang selama ini kerap meresahkan masyarakat.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), periode Maret hingga April merupakan masa pancaroba.
Pada Mei sekitar 56,9 persen wilayah Jawa Timur mulai memasuki musim kemarau, dengan puncaknya diprediksi terjadi pada Agustus 2026 yang mencakup 70,9 persen wilayah.
Kondisi ini berpotensi memicu kekeringan di ratusan desa, terutama di wilayah dengan keterbatasan sumber air.
- krisis air bersih
- musim kemarau
- kekeringan jawa timur
- dprd jatim
- puguh wiji pamungkas
- bmkg jatim
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Bukan Kalah Kelas, Ternyata Kondisi Ini yang Bikin Sinner Loyo di Tangan Peringkat 56 Dunia
-
TPST Bantargebang Jadi Sorotan Dunia, Sistem Pengelolaan Sampah Harus Dirombak.
-
Lawan Krisis Energi, Australia Kucurkan Dana Tambahan 7,23 Miliar Dollar AS
-
KPK Tegaskan Belum Lakukan Penggeledahan terkait Kasus Dugaan Korupsi Imigrasi
-
Ancaman Kekeringan Mengintai, DKPP Kota Madiun Desak Petani Lakukan Siasat Ini
-
Ribuan Lampion Hiasi Langit Borobudur pada Waisak 2026
-
BNPB: Karhutla Masih Landa Lahan di Aceh Singkil dan Aceh Timur, Cuaca Kering Picu Sebaran Api
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.