Banyak Fitur Kesehatan di Smart Watch, Manakah yang Benar-benar Bermanfaat?
Senin, 06 Jul 2026, 11:20 WIBPerangkat yang dapat dikenakan (wearable) seperti jam tangan pintar (smart watch) atau cincin pintar (smart ring) dapat memberikan umpan data yang berguna, termasuk jumlah langkah Anda, detak jantung, kualitas tidur, dan kalori yang terbakar.
Dalam beberapa tahun terakhir, survei mengungkapkan, sekitar 40 persen orang Amerika menggunakan beberapa jenis perangkat wearable dan kepemilikannya lebih tinggi di kalangan konsumen yang lebih muda, lebih sehat, dan lebih sadar akan kebugaran.Â
Namun banyak dokter yang skeptis mengatakan bahwa hanya sebagian dari metrik yang disediakan oleh perangkat tersebut yang bermanfaat secara klinis, mereka masih mencari tahu metrik mana yang bermanfaat dan dalam konteks apa.Â
Dr. Zahi Fayad, Direktur Institut Rekayasa Biomedis dan Pencitraan di Rumah Sakit Mount Sinai di New York, mengatakan perangkat tersebut dapat membantu dokter memantau pasien dari jarak jauh dan mendeteksi tanda-tanda awal penyakit.
Namun untuk saat ini, katanya, banyak metrik perangkat yang masih belum memenuhi standar medis, dan hanya sedikit data yang membuktikan bahwa penggunaannya dapat meningkatkan hasil kesehatan.
Meskipun demikian, beberapa pasien, yang mencari jawaban, datang ke dokter mereka dengan tangkapan layar data pada perangkat yang mereka kenakan atau pertanyaan tentang hasil pembacaan yang membingungkan. Dan beberapa perusahaan yang menjual perangkat mulai mengizinkan pengguna untuk berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi mereka.
Metrik Perangkat yang Dipakai Dokter
Beberapa metrik perangkat wearable, seperti monitor glukosa kontinu, cenderung diresepkan oleh dokter dan memenuhi standar medis. Namun, dengan perangkat yang dapat dibeli secara online, dokter cenderung hanya fokus pada beberapa metrik yang bermakna atau informatif secara medis.
Sebagai contoh, beberapa perangkat wearable dapat mendeteksi fibrilasi atrium, kelainan irama jantung yang berpotensi berbahaya, kata Dr. Erica Spatz, Direktur Program Kesehatan Kardiovaskular Preventif di Yale School of Medicine.Â
Dalam sebuah studi tentang Apple Watch, para peneliti membandingkan notifikasi denyut nadi tidak teratur dengan pembacaan simultan dari alat elektrokardiogram (EKG) medis. Studi tersebut menemukan bahwa peringatan dari smart watch tersebut sesuai dengan fibrilasi atrium sebanyak 84 persen.
Pengukuran lain, seperti jumlah langkah, dapat menunjukkan kepada dokter seberapa aktifnya Anda. Studi telah mengaitkan aktivitas berjalan sekitar 7.000 langkah sehari dengan risiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan demensia.
Pola tidur dasar â kapan Anda tidur, kapan bangun, dan berapa total waktu tidur yang Anda dapatkan â  juga dapat bermanfaat, karena konsistensi dan durasi tidur sama pentingnya, kata Dr. Cheri Mah, seorang dokter spesialis tidur yang berbasis di California.
Para peneliti menguji tiga perangkat wearable populer terhadap studi tidur standar emas, dan menemukan bahwa ketiga perangkat tersebut sesuai dengan studi lebih dari 90 persen waktu, dalam membedakan tidur dari keadaan terjaga.
Namun, menurut Spatz, beberapa metrik, termasuk tekanan darah, oksigen darah, dan tahapan tidur, tidak diukur secara akurat oleh perangkat wearable. Ia menambahkan, metrik lain seperti VO2 max dan variabilitas detak jantung dapat memberikan ukuran kasar kebugaran dan pemulihan, tetapi belum berguna untuk pengambilan keputusan medis.
Banyak perangkat wearable juga menawarkan skor kesehatan, yang menggabungkan berbagai aliran data menjadi angka sederhana, seperti usia biologis, stres, atau kualitas tidur. Setiap perusahaan menghitung skor ini secara berbeda, menggunakan algoritma milik mereka sendiri, kata Dr. Jag Singh, seorang profesor di Harvard Medical School.
Jadi, dokter tidak dapat mengetahui apa yang sebenarnya diukur oleh skor-skor ini atau apakah skor tersebut sesuai dengan hasil kesehatan yang sebenarnya.
âIndikator tersebut dapat bermanfaat di tingkat individu untuk kesehatan,â kata Singh, âtetapi saya rasa indikator tersebut tidak bermanfaat bagi dokter.â
Cara Pakai Perangkat yang Benar
Menurut Fayad, cara terbaik untuk menggunakan perangkat wearable adalah dengan melihat tren jangka panjang daripada terobsesi dengan perubahan harian. Perubahan mendadak bisa penting jika selaras dengan gejala, seperti jantung berdebar saat detak jantung meningkat. Namun secara umum, satu pembacaan yang tidak biasa kurang bermakna dibandingkan perubahan berkelanjutan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
âNilai dari perangkat wearable bukanlah angkanya. Tetapi lintasannya,â katanya.
Singh mengatakan, kehati-hatian yang sama berlaku ketika membandingkan data Anda dengan data orang lain. Setiap orang sangat bervariasi dalam metrik seperti variabilitas detak jantung atau VO2 max, bahkan ketika mereka memiliki tingkat kebugaran yang serupa. Data dasar Anda sendiri biasanya lebih bermanfaat daripada tolok ukur eksternal mana pun.
Jika perangkat wearable memotivasi Anda untuk meningkatkan jumlah langkah atau membantu Anda menyadari bahwa alkohol memperburuk detak jantung istirahat Anda, itu bisa bermanfaat, kata Fayad.
Tetapi jika Anda secara kompulsif memeriksa data Anda dan menjadi khawatir atau frustrasi, perangkat wearable mungkin malah lebih banyak menimbulkan kerugian daripada manfaat. Misalnya, perangkat tersebut terkadang dapat memperburuk kualitas tidur, kata Dr. Ezekiel J. Emanuel, seorang ahli kebijakan kesehatan di Universitas Pennsylvania.
Sebuah survei baru-baru ini menemukan bahwa sekitar 30 persen orang yang melacak pola tidur mereka berisiko mengalami ortosomnia, yaitu obsesi yang tidak sehat untuk mendapatkan tidur yang sempurna. Menurut Emanuel, panduan yang lebih baik adalah seberapa segar perasaan Anda di pagi hari.
Jika kecemasan terkait data dari perangkat yang dikenakan menjadi masalah, salah satu solusinya mungkin adalah berhenti melacak data tersebut. Solusi lain mungkin menggunakan perangkat yang dikenakan untuk tujuan spesifik jangka pendek, seperti meningkatkan tingkat aktivitas atau konsistensi tidur, lalu menyimpannya, kata Spatz.
Perangkat wearable memang mempermudah pemantauan fungsi internal tubuh. Namun, dibutuhkan lebih banyak penelitian dan alat yang lebih baik untuk mengintegrasikan angka-angka tersebut, menempatkannya dalam konteks, dan memberi tahu dokter apa, jika ada, yang perlu ditindaklanjuti.
- Kesehatan
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: CNA
Berita Terkait:
-
Geopolitik Memanas, Rupiah Terancam Lanjutkan Tren Pelemahan
-
Tak Banyak yang Tahu, Diet Ini Sebenarnya Dapat Menurunkan Kolesterol!
-
Grab Indonesia dan Mitra Pengemudi Bagikan 20.000 Takjil di 40 Kota
-
Kemlu RI: Dua Penerbangan dari Indonesia Terdampak Insiden Drone Jatuh di UEA
-
Glasgow Celtic Juara Liga Skotlandia 2025/2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.