Sabalenka Dekati Jejak Para Legenda Tenis

Rabu, 08 Apr 2026, 06:14 WIB

PARIS - Posisi Aryna Sabalenka di puncak peringkat tenis dunia kian kokoh. Pekan demi pekan, petenis Belarusia itu terus menorehkan tonggak baru dalam kariernya. Setelah menyapu bersih “Sunshine Double”, Indian Wells dan Miami, dia kini mencatatkan 77 pekan beruntun sebagai petenis nomor satu dunia, melampaui legenda Chris Evert dalam daftar sepanjang masa.

Catatan tersebut mengantar Sabalenka ke peringkat ke-11 dunia dalam sejarah untuk rekor pekan terlama bertahan di posisi teratas. Dia kini mengincar posisi 10 besar yang ditempati Martina Hingis dengan 80 pekan beruntun. Di atasnya, nama-nama besar seperti Steffi Graf dan Serena Williams masih memimpin dengan 186 pekan berturut-turut, diikuti Martina Navratilova dan Ashleigh Barty.

Ket. Foto: Aryna Sabalenka dari Belarus memukul bola balasan melawan Elena Rybakina dari Kazakhstan selama pertandingan final tunggal putri pada hari keempat belas turnamen tenis Australian Open di Melbourne. — Sumber: DAVID GRAY / AFP

Musim 2026 menjadi panggung dominasi Sabalenka. Dia mengawali tahun dengan gelar di Brisbane, lalu melaju impresif meski sempat kalah di final Australia Open dari Elena Rybakina. Setelah absen di rangkaian Timur Tengah, dia kembali tampil impresif dengan meraih gelar perdana di Indian Wells dan mempertahankan trofi Miami Open. Dari 24 laga musim ini, dia menang 23 kali dan hanya kehilangan empat set, sebuah statistik yang menegaskan superioritasnya.

Dengan koleksi 11.025 poin, Sabalenka unggul jauh atas Rybakina di peringkat kedua dan memimpin klasemen Race to WTA Finals. Target berikutnya adalah Stuttgart, turnamen yang belum pernah dia menangi meski sudah empat kali mencapai final.

Di sisi lain, cerita berbeda datang dari Stan Wawrinka. Petenis Swiss itu mengucapkan perpisahan emosional di Monte Carlo Masters setelah tersingkir di putaran pertama oleh Sebastian Baez dengan skor 5-7, 5-7, Senin (6/4). Juara edisi 2014 itu akan pensiun pada akhir musim ini, menutup perjalanan panjangnya di dunia tenis profesional.

Wawrinka sempat mengenang kejayaannya saat menaklukkan Roger Federer di final Monte Carlo 12 tahun lalu. “Itu momen luar biasa, salah satu kenangan terbaik dalam karier saya,” ujarnya. Meski sempat unggul cepat, usia dan minimnya jam terbang membuat Wawrinka tak mampu mempertahankan ritme. Baez membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan dalam 1 jam 47 menit.

Hasil lain mencatat kejutan saat Stefanos Tsitsipas tumbang dari Francisco Cerundolo. Sementara itu, Andrey Rublev, juara 2023, masih bertahan usai menyingkirkan Nuno Borges dalam laga tiga set. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.