KAI Angkut 4,63 Juta Ton Batu Bara di Maret 2026 demi Amankan Listrik Nasional

Rabu, 08 Apr 2026, 18:05 WIB

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja positif dalam angkutan batu bara sepanjang Maret 2026. Volume yang diangkut mencapai 4.634.929 ton, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4.436.996 ton.

Peningkatan ini menunjukkan peran strategis transportasi berbasis rel dalam mendukung distribusi energi nasional. Kereta api dinilai semakin menjadi tulang punggung logistik untuk komoditas vital seperti batu bara.

Ket. Foto: PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja positif dalam angkutan batu bara sepanjang Maret 2026. Volume yang diangkut mencapai 4.634.929 ton, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4.436.996 ton. — Sumber: Istimewa

Secara kumulatif, selama triwulan I 2026, KAI telah mengangkut total 12.075.002 ton batu bara. Angka tersebut mencerminkan kesinambungan layanan distribusi energi yang terus terjaga dengan baik.

Volume angkutan ini juga menjadi indikator meningkatnya kebutuhan energi nasional. Distribusi batu bara yang stabil berperan penting dalam mendukung pasokan listrik di berbagai sektor.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa kereta api memiliki peran vital dalam rantai pasok energi. Distribusi ini terutama penting bagi pembangkit listrik yang melayani kebutuhan masyarakat luas.

"Kereta api menjadi penghubung penting dalam rantai pasok energi nasional. Setiap perjalanan angkutan batu bara berkontribusi langsung dalam memastikan listrik tetap mengalir, mendukung aktivitas masyarakat dari skala rumah tangga hingga industri," ujar Anne.

Momentum Angkutan Lebaran 2026 menjadi bukti konsistensi distribusi tersebut. Di tengah lonjakan mobilitas masyarakat, pengiriman batu bara tetap berjalan optimal tanpa gangguan berarti.

Hal ini memastikan pasokan listrik di wilayah Jawa dan Bali tetap terjaga stabil. Dengan demikian, aktivitas masyarakat selama periode Lebaran dapat berlangsung dengan lancar.

KAI terus mengedepankan keandalan operasional dalam menjalankan distribusi logistik. Ketepatan waktu serta kapasitas angkut yang terukur menjadi kunci utama dalam menjaga performa layanan.

Sebagai moda transportasi massal berbasis rel, kereta api menawarkan efisiensi dalam distribusi barang. Selain itu, sistem ini juga mendukung keberlanjutan logistik dalam jangka panjang.

"Di balik setiap perjalanan kereta angkutan batu bara, ada jutaan aktivitas yang tetap berjalan. Lampu di rumah tetap menyala, layanan di rumah sakit terus beroperasi, anak-anak bisa belajar dengan nyaman, dan roda ekonomi tetap bergerak. Kami di KAI menjalankan peran ini dengan penuh tanggung jawab, karena kami memahami bahwa energi yang kami distribusikan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat," tutup Anne.

Dengan capaian ini, KAI semakin menegaskan perannya dalam menjaga stabilitas energi nasional. Distribusi batu bara yang konsisten menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.