Dipengaruhi Dinamika Eksternal, 8 April 2026
Rabu, 08 Apr 2026, 08:35 WIBJAKARTA â Tingkat sensitivitas pasar terhadap dinamiÂka eksternal, khususnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, masih tinggi. Ketegangan geopolitik mendorong peningkatan harga komoditas global seperti minyak serta memicu peralihan dana investor ke aset safe haven, seÂhingga menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.Â
Pengamat pasar uang dari Doo Financial Futures, LukÂman Leong melihat pergerakan rupiah dipengaruhi dinaÂmika eskalasi di Timur Tengah. Menurutnya, posisi rupiah akan sangat tergantung pada perkembangan dalam bebeÂrapa hari ke depan terkait aksi militer Amerika Serikat (AS).
Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah terÂhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarÂbank, Rabu (8/4), bergerak di kisaran 17.050 â 17.200 ruÂpiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Selasa (7/4), melemah 70 poin atau 0,41 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.105 rupiah per dollar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan ini dipengaruhi potensi eskalasi di Timur Tengah antara AS dengan Iran. âInvestor berÂsiap menghadapi potensi eskalasi di Timur Tengah menÂjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Gangguan lalu lintas kapal tanker dalam beberapa pekan terakhir telah memperketat ekspektasi pasokan dan meÂningkatkan premi risiko di seluruh pasar minyak,â ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Iran menolak proposal dari AS untuk melakukan genÂcatan senjata selama 45 hari dan pembukaan Selat Hormuz secara bertahap, bersamaan dengan negosiasi lebih luas tentang pencabutan sanksi dan rekonstruksi. Adapun seÂruan Iran ialah menyerukan penghentian permusuhan seÂcara permanen, jaminan yang mengikat terhadap serangan di masa mendatang, pencabutan sanksi, dan kompensasi atas kerusakan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Psikolog: Korban Kecelakaan KA Berisiko Alami Gangguan PTSD, Trauma Healing Penting!
-
Toleransi Antarumat Beragama Kediri Diperkuat lewat Edukasi
-
Prabowo Targetkan RUU Ketenagakerjaan Selesai 2026, DPR Libatkan Serikat Buruh
-
Lombok Barat Siapkan Videotron Raksasa 6x9 Meter untuk Nobar Piala Dunia 2026, UMKM Diprediksi Panen Rezeki
-
Pelemahan Rupiah Uji Ketahanan Likuiditas Perbankan Syariah
-
Jakarta Utara Siaga! BMKG Prediksi Banjir Rob 1–8 Mei, Ini Wilayah Terdampak
-
Cegah Pelarian Modal, BI Diperkirakan Menaikkan Bunga Acuan di Semester I-2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.