- Home
-
- Luar Negeri
-
- PBB Pastikan Personel TNI ...
PBB Pastikan Personel TNI Korban Serangan Terbaru di Lebanon dalam Kondisi Stabil
Selasa, 07 Apr 2026, 08:18 WIBJAKARTA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memastikan bahwa personel TNI dalam naungan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) yang terluka dalam serangan terbaru di El Adeisse, Lebanon selatan, sudah dalam kondisi stabil.
Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric menyampaikan bahwa sebuah ledakan di dalam posisi PBB di El Adeisse pada Jumat (3/4) menyebabkan tiga personel UNIFIL, yang kesemuanya berasal dari RI, terluka.
âDua personel yang terluka paling parah telah dievakuasi ke rumah sakit di Marjayoun, di mana mereka dilaporkan sudah dalam kondisi stabil,â kata dia dalam konferensi pers siang di Markas PBB, Senin waktu setempat.
Menurut transkrip konferensi pers yang dipantau di Jakarta, Selasa, Jubir Sekjen PBB turut menyebut seorang personel lain telah mendapat pertolongan medis langsung di lokasi, mengingat lukanya yang tak terlalu parah.
Atas meningkatnya jumlah serangan yang mengenai personel UNIFIL serta dengan langkah Zionis menghancurkan semua kamera pengawas markas UNIFIL beberapa waktu yang lalu, PBB telah mengungkapkan âkeprihatinan yang seriusâ kepada tentara Zionis Israel.
âKami mendesak semua pihak untuk memenuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional dan memastikan keselamatan dan keamanan personel PBB kapan pun,â ucap Dujarric.
Terkait perkembangan penyelidikan terhadap dua serangan pada akhir Maret lalu yang menyebabkan tiga personel UNIFIL asal RI gugur, Dujarric memastikan bahwa âhasil penyelidikan masih diproses hingga saat iniâ.
Tiga personel penjaga perdamaian asal RI kembali menjadi korban akibat sebuah ledakan yang terjadi pada Jumat di El Addaiseh. Peristiwa itu merupakan insiden serius ketiga yang berdampak pada personel RI di UNIFIL.
Indonesia telah kehilangan tiga prajurit TNI di Lebanon, yakni Praka Farizal Rhomadhon yang wafat akibat tembakan artileri pada Minggu (29/3), disusul Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan yang gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang pada Senin (30/3).
Sementara itu, sebanyak lima prajurit lain TNI yang terluka dalam dua peristiwa itu adalah Letnan Satu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Prajurit Kepala (Praka) Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.
Dengan bertambahnya tiga personel yang terluka akibat insiden pada Jumat, sejauh ini tercatat sebanyak delapan prajurit TNI terluka saat menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian PBB di Lebanon.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Ngebut Ketemu Keluarga, Whoosh Dipilih Warga Buat Silaturahmi Lebaran
-
Halte Tol Gerbang Desari, Sawangan, Depok Dipastikan Dibangun
-
Seorang Prajurit TNI Pasukan Penjaga Perdamaian PBB Gugur dalam Serangan di Lebanon
-
Wembanyama Bantu Spurs Atasi Boston
-
Gugur di Lebanon, Jenazah Kopda Anumerta Farizal Dimakamkan di TMP Giripeni Kulon Progo, DIY
-
Sri Mulyani Resmi Masuk Daftar Elite Bill Gates di Gates Foundation
-
Indonesia Tuntut Jaminan Keamanan Pasukan PBB Usai 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.