Seorang Prajurit TNI Pasukan Penjaga Perdamaian PBB Gugur dalam Serangan di Lebanon

Senin, 30 Mar 2026, 11:00 WIB

JAKARTA - Seorang prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) gugur di tengah konflik antara kelompok Hizbullah dan Israel.

Informasi tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui platform X pada Senin (30/3).

Ket. Foto: Batalion Indonesia yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) menggelar patroli di sepanjang perbatasan Lebanon dan Israel pada 23 April 2020. — Sumber: ANTARA/UN

"Saya mengecam keras insiden pada Minggu di mana seorang penjaga perdamaian asal Indonesia di UNIFIL terbunuh di tengah permusuhan antara Israel dan Hizbullah," katanya.

Guterres juga menyebutkan bahwa seorang personel UNIFIL asal Indonesia lainnya mengalami luka parah dalam peristiwa itu.

Ia menyampaikan duka cita kepada bangsa Indonesia, khususnya keluarga dan rekan korban, dan menyatakan harapan agar personel yang terluka bisa segera pulih.

Menurut Guterres, insiden tersebut merupakan bagian dari rentetan kejadian yang membahayakan keselamatan pasukan penjaga perdamaian.

"Saya menyerukan semua pihak untuk memenuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional serta memastikan keselamatan personel dan properti PBB setiap saat," katanya.

Ketegangan terus meningkat di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026.

Iran lalu melancarkan serangan balasan ke Israel dan sejumlah wilayah yang menampung aset militer AS di kawasan tersebut.

Konflik meluas ke Lebanon setelah kelompok Hizbullah ikut melancarkan serangan ke sejumlah target militer di Israel.

Serangan balasan Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 warga Lebanon dan melukai ribuan lainnya.

Insiden di perbatasan Israel-Lebanon juga menelan korban dari kalangan personel UNIFIL dari berbagai negara.

Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi satu personel pasukan penjaga perdamaian UNIFIL yang gugur terkena serangan artileri di Lebanon adalah seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Kemlu juga mengonfirmasi tiga personel TNI lainnya terluka, yang terjadi di tengah aksi saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan.

“Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian Indonesia dan tiga personel lainnya terluka saat bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), setelah serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr pada tanggal 29 Maret 2026,” tulis Kemlu RI di akun X, Senin (30/3).

“Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” demikian pernyataan Kemlu.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.