Bogor Jadi Laboratorium Digitalisasi Koperasi Desa, Yakin Sudah Siap?

Selasa, 07 Apr 2026, 17:15 WIB

BOGOR – Digitalisasi koperasi desa menjadi langkah krusial dalam mendorong inklusi ekonomi dan efisiensi pengelolaan sumber daya lokal.

Dengan memanfaatkan platform digital, koperasi dapat memperluas akses anggota terhadap informasi keuangan, layanan simpan-pinjam, dan pemasaran produk unggulan desa, sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas internal.

Ket. Foto: Suasana ruang command center di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta. — Sumber: ANTARA/ Shofi Ayudiana

Selain itu, digitalisasi membuka peluang integrasi dengan sistem pembayaran elektronik dan marketplace, sehingga produk desa bisa menjangkau pasar yang lebih luas tanpa tergantung distribusi tradisional.

Namun, keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada kapasitas SDM, literasi digital anggota, serta dukungan infrastruktur internet yang memadai. Tanpa fondasi tersebut, inovasi digital berpotensi hanya menjadi gimmick administratif, bukan alat pemberdayaan ekonomi yang nyata.

Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadikan daerahnya sebagai percontohan nasional dalam pengembangan digitalisasi koperasi desa melalui pelatihan pemasaran digital bagi pengelola Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal di Cibinong, Selasa (7/4), menyebutkan pelatihan yang digelar di Aula Diskominfo Kabupaten Bogor itu merupakan yang pertama kali dilaksanakan, bahkan disebut sebagai program perdana di tingkat Jawa Barat hingga nasional.

Menurut dia, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas digital pengelola koperasi agar mampu bersaing di era teknologi.

“Pelatihan ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Bogor untuk pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ini adalah langkah penting dalam mendorong transformasi digital koperasi agar lebih adaptif,” ujarnya.

Menurut dia, penguatan koperasi tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital.

Ia menambahkan, melalui pelatihan tersebut, para pengelola koperasi mulai dikenalkan dengan teknologi kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung pemasaran produk secara lebih efektif dan menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kami berharap pelatihan ini dapat diperluas, baik melalui penambahan angkatan maupun secara daring, mengingat jumlah pengurus koperasi di Kabupaten Bogor cukup besar,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Digital (BPSDMP Komdigi) Bandung, Nur Azizah, menyebut Kabupaten Bogor berpotensi menjadi model nasional dalam pengembangan kapasitas digital koperasi.

“Ini merupakan pelatihan pertama untuk pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, baik di tingkat Jawa Barat maupun secara nasional. Kami berharap Kabupaten Bogor dapat menjadi pilot project sekaligus contoh bagi daerah lain,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, peserta pelatihan dibekali keterampilan pemanfaatan teknologi digital, termasuk AI, untuk mempercepat proses pembuatan konten serta strategi pemasaran produk koperasi.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor, Iman Wahyu Budiman, menegaskan bahwa pengembangan koperasi desa membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih bukan hanya tanggung jawab Dinas Koperasi, tetapi membutuhkan sinergi berbagai pihak. Selama ini pembinaan lebih banyak pada aspek kelembagaan, sementara pemasaran digital baru mulai diperkuat,” jelasnya.

Ia berharap, melalui pelatihan ini, para pengurus koperasi tidak hanya mampu memasarkan produk secara digital, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga jumlah anggota koperasi terus bertambah.

  • digitalisasi koperasi desa

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.