Polres Halmahera Selatan Perkuat Toleransi Beragama dan Antisipasi Hoaks Bentrok Halmahera Tengah
Senin, 06 Apr 2026, 03:10 WIBTERNATE -Â Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) memperketat pengawasan dan memperkuat sinergi lintas agama guna membentengi wilayah "Bumi Saruma" dari provokasi hoaks terkait konflik di daerah tetangga.Â
Dalam pertemuan strategis bersama Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) di Kantor Kemenag Halmahera Selatan, Minggu (5/4), seluruh elemen sepakat untuk menggelar deklarasi damai sebagai respons proaktif terhadap isu bentrokan di Kabupaten Halmahera Tengah yang sempat meresahkan masyarakat.
"Selain itu, kami telah melakukan monitor dan imbauan kamtibmas di seluruh polsek jajaran kepada masyarakat terkait situasi yang berkembang, agar tidak terprovokasi serta tetap memelihara rasa persaudaraan dan menjunjung tinggi toleransi antar-umat beragama," kata Kapolres Halsel AKBP Hendra Gunawan dihubungi di Ternate, Minggu.
Ia bersama sejumlah pejabat utama (PJU) polres setempat menghadiri rapat Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Halsel.
Pertemuan yang mengusung tema "Penguatan persatuan di Bumi Saruma" ini dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk Kepala Kemenag Kabupaten Halsel Saiful Jafar Arfa, Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Selatan Abdillah Kamarulah, Ketua FKUB Kabupaten Halsel Adnan Wahid, perwakilan Persaudaraan Muslim Indonesia (Permusi) Ady Hi Adam, Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Halmahera Selatan Van Costan El Erens Galouw, serta para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, imam, dan pendeta se-Kabupaten Halsel.
Salah satu agenda utama dalam rapat tersebut membahas komitmen deklarasi damai antar-umat beragama yang direncanakan digelar pada Senin (6/4).
Kesepakatan dicapai oleh seluruh peserta untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi serta memperkokoh persatuan dan persaudaraan di wilayah itu.
Langkah ini juga merupakan respons proaktif terhadap beredar hoaks terkait peristiwa bentrok di Kabupaten Halmahera Tengah. Para tokoh agama dan adat sepakat untuk tidak terprovokasi dan menjaga situasi kondusif wilayah masing-masing.
Dalam sambutannya, Kapolres Halsel AKBP Hendra Gunawan menegaskan bahwa jajarannya telah melakukan deteksi dini dan imbauan kamtibmas melalui para bhabinkamtibmas serta jajaran polsek.
Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh kejadian di wilayah lain.
Dia mengakui pengamanan dan pemeliharaan situasi kondusif tidak dapat dilakukan sendiri oleh pihak kepolisian, sehingga pihaknya mengajak seluruh unsur untuk bersinergi.
"Tentunya kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan dari pemerintah daerah, tokoh agama, para imam, dan para pendeta agar bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif dan aman, sehingga kejadian-kejadian yang tidak diinginkan di daerah lain tidak berdampak di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan," ujar dia.
- maluku utara
- toleransi beragama
- polres halmahera selatan
- kapolres halsel
- fkub halsel
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Provinsi Kaltim Anjurkan Masyarakat Vaksinasi Influenza Cegah Super Flu
-
Cukup Scan Barcode, Dokumen Kependudukan Terverifikasi di IKD
-
Analis: Mundurnya Ketua Jadi Langkah OJK Jaga Kredibilitas
-
BRIN Siapkan SDM untuk Operasikan PLTN Pertama pada 2032
-
Buavita Luncurkan Dua Rasa Baru untuk Dukung Gaya Hidup Sehat dan Glowing Gen-Z
-
Hujan dan Angin Kencang Terjang Makassar-Maros
-
Wah Kok Terus Terulang: Korban Kejahatan Malah Menjadi Tersangka. Bagaimana Ini Pak Kapolri?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.