VIDA Rilis Whitepaper 2026: Waspadai Evolusi Scam Berbasis Deepfake di Asia Tenggara
Sabtu, 04 Apr 2026, 21:23 WIBJAKARTA â Ancaman penipuan digital atau scam berkembang dengan pola yang semakin adaptif dan beragam, seiring pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI). Menyoroti kondisi tersebut, Vida, penyedia solusi digital identity dan fraud prevention terdepan di Indonesia, memperluas diskusi publik mengenai urgensi penguatan kepercayaan digital (digital trust) melalui partisipasi Founder dan Group CEO Vida, Niki Luhur, dalam podcast Endgame bersama Gita Wirjawan.
Dalam diskusi tersebut, Niki menekankan bahwa pelaku scam saat ini tidak lagi bisa dipandang sebagai individu yang bergerak sendiri. Di balik banyak serangan digital saat ini, terdapat jaringan yang lebih rapi, terkoordinasi, dan didukung kemampuan teknis yang semakin canggih.
âPenipuan sekarang tidak lagi bergerak secara acak atau dilakukan sendirian. Modusnya sudah makin rapi, terstruktur, bisa dijalankan dalam skala besar, dan kecanggihannya terus berkembang pesat,â ujar Niki melalui keterangannya pada hari Kamis (2/4).
Diskusi ini sekaligus menandai peluncuran resmi whitepaper Vida 2026 SEA Digital Identity Fraud Outlook, yang memotret bagaimana lanskap penipuan digital di Asia Tenggara terus berkembang, baik dari sisi kecanggihan serangan, pemanfaatan teknologi generatif, maupun cara pelaku membaca momentum kepercayaan dan pergerakan likuiditas masyarakat.
Lebih jauh, Niki menekankan bahwa scam kini telah berkembang menjadi bisnis kriminal lintas negara dengan nilai ekonomi yang sangat besar. Ia mencontohkan pengungkapan kasus yang melibatkan Kamboja dan Myanmar, dengan penyitaan aset Bitcoin senilai USD 14 miliar (setara dengan lebih dari Rp238 triliun).
Niki juga menyoroti laporan tentang 800 Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengantre di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kamboja untuk pulang setelah terjebak dalam kerja paksa jaringan scam. Kasus ini menegaskan bahwa scam kini bukan lagi penipuan digital biasa, melainkan persoalan lintas negara dengan dampak yang semakin besar.
Di saat yang sama, perkembangan AI seperti deepfake dan synthetic identity membuat batas antara yang nyata dan palsu semakin tipis. Teknologi ini memungkinkan konten palsu tampil lebih realistis, meyakinkan, dan diproduksi jauh lebih cepat dibanding beberapa tahun lalu. Kondisi ini menghadirkan tantangan baru bagi ekosistem digital, karena bukan hanya identitas yang dapat dipalsukan, tetapi juga rasa percaya pengguna terhadap interaksi dan transaksi digital.
âKetika teknologi membuat sesuatu yang palsu tampak sangat nyata dan meyakinkan, tantangan terbesarnya adalah bagaimana kita membangun kembali trust di ruang digital,â ujar Gita Wirjawan.
Melalui diskusi ini, Vida menegaskan bahwa menghadapi lonjakan penipuan digital tidak bisa hanya mengandalkan satu pendekatan. Di satu sisi, dibutuhkan perubahan yang lebih mendasar dalam membangun dan menjalankan sistem digital agar lebih siap menghadapi ancaman yang terus berkembang.
Di sisi lain, penguatan literasi publik juga tetap penting agar masyarakat semakin memahami berbagai pola scam yang terus berevolusi. Sejalan dengan hal tersebut, Vida terus memperluas akses edukasi publik melalui laman Whereâs The Fraud Hub, yang menghadirkan whitepaper, studi kasus, data terkini, dan panduan praktis. Inisiatif ini juga menjadi landasan dari kampanye literasi publik Vida, #JanganAsalKlik, yang mengajak masyarakat untuk lebih kritis dan tidak mudah percaya pada komunikasi digital yang tampak meyakinkan.
Untuk membantu publik, pelaku industri, dan regulator memahami bagaimana scam terus berevolusi, Vida mengajak masyarakat untuk mengakses whitepaper Vida 2026 SEA Digital Identity Fraud Outlook melalui laman Whereâs The Fraud Hub serta menyaksikan diskusi lengkap Niki Luhur bersama Gita Wirjawan dalam podcast Endgame.
Melalui dua materi ini, Vida ingin mendorong pemahaman yang lebih kuat mengenai bagaimana scam berevolusi dan mengapa penguatan kepercayaan digital menjadi semakin mendesak.
- Gita Wirjawan
- Deepfake
- Keamanan Siber
- Vida
- fraud prevention
- penipuan digital
- Niki Luhur
- Podcast Endgame
- Scam AI
- Digital Identity
- Whitepaper VIDA 2026
- Digital Trust
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
BMKG: Waspadai Hujan di Kawasan Pegunungan Sumatera Utara yang Dapat Menyebabkan Banjir
-
MediaTek Gandeng Starlink Hadirkan Layanan Satelit Darurat pada Perangkat Seluler
-
Khofifah Berangkatkan 4.000 Pemudik Gratis 2026
-
Panglima TNI Resmi Lantik 796 Perwira Prajurit Karier Reguler dan Progsus TA 2026
-
Siap Layani Wisatawan, Becak Kayuh di Yogyakarta Kini Sudah Bertenaga Listrik
-
Infrastruktur Siap AI Penting untuk Dorong Ekonomi Digital Indonesia
-
Ekonomi Daerah, Bogor Timur Pusatkan Pertumbuhan di Sukamakmur
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.