Bulu Tangkis Bisa Apa di Kejuaraan Asia dan Thomas Cup
Kamis, 02 Apr 2026, 06:41 WIBJAKARTA - Tim bulu tangkis Indonesia memasuki bulan April 2026 dengan beban besar. Dalam rentang kurang dari tiga pekan, para pemain bulu tangkis Indonesia harus menjalani dua turnamen bergengsi, Kejuaraan Asia dan Thomas - Uber Cup, yang akan menjadi tolok ukur kesiapan menghadapi persaingan elite dunia.
Berdasarkan kalender Badminton World Federation, Kejuaraan Asia lebih dulu digelar di Ningbo, Tiongkok, pada tanggal 7-12 April. Setelah itu, tim langsung bergerak ke Horsens, Denmark, untuk tampil di ajang beregu paling prestisius pada tanggal 24 April hingga 3 Mei. Jarak waktu yang hanya 12 hari menuntut kesiapan fisik dan mental maksimal dari para atlet.
Kejuaraan Asia menjadi panggung penting untuk mengembalikan konsistensi prestasi. Sejak edisi 2022, Indonesia dikenal stabil meraih gelar, namun tren itu terhenti tahun lalu ketika capaian terbaik hanya semifinal di sektor ganda putra dan ganda campuran.
Untuk memperbaiki hasil, Indonesia menurunkan 17 wakil di lima sektor, termasuk tiga nama dari jalur nonpelatnas seperti Jonatan Christie, pasangan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, serta Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti.
Fokus berikutnya tertuju pada perburuan kembali supremasi beregu. Di Piala Thomas, Indonesia terakhir kali juara pada edisi 2020 (digelar 2021). Dua edisi setelahnya berakhir pahit: runner-up usai kalah dari India (2022) dan Tiongkok (2024). Hasil undian menempatkan Indonesia di Grup B bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair, grup yang menuntut kewaspadaan tinggi.
Thailand hadir dengan kekuatan tunggal melalui Kunlavut Vitidsarn serta kedalaman ganda. Sedangkan Prancis mengandalkan talenta seperti Christo Popov dan Toma Junior Popov. Indonesia diperkirakan menurunkan komposisi terbaik, termasuk Jonatan Christie, Alwi Farhan, hingga Moh Zaki Ubadillah untuk mengamankan tiket ke fase gugur.
Di sektor putri, peluang relatif lebih terbuka. Indonesia tergabung di Grup C Piala Uber dan dinilai memiliki jalur lebih mulus untuk melaju. Meski demikian, bayang-bayang paceklik gelar sejak 1996 masih menjadi pekerjaan rumah besar. Terakhir kali juara, Indonesia menaklukkan Tiongkok 4-1 di Hong Kong, sebuah kenangan yang kini ingin dihidupkan kembali. Kira-kira bisa apa para pemain bulu tangkis Indonesia di Kejuaraan Asia, Thomas Cup, dan Uber Cup? ben/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.