- Home
-
- Megapolitan
-
- Sampah Menggunung di Pasar...
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Armada Tak Cukup
Kamis, 08 Jan 2026, 19:36 WIBJAKARTA -Â Penumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, dipicu keterbatasan armada pengangkut yang tidak sebanding dengan volume sampah harian yang mencapai ratusan ton.
"Kondisi yang terjadi sekarang ini memang idealnya dari 120 ton sampah yang ada, kita butuh setiap harinya itu 12 sampai dengan 15 armada. Namun demikian, maksimal yang bisa dilakukan oleh Sudin Lingkungan Hidup itu hanya sekitar delapan armada," kata Manager Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis.
Agus menyebut, tingginya volume sampah harian tidak sebanding dengan jumlah armada pengangkut yang tersedia. Setiap harinya, Pasar Induk Kramat Jati menghasilkan sampah dalam jumlah besar, yakni berkisar antara 120 hingga 150 ton.
Volume tersebut berasal dari aktivitas perdagangan yang berlangsung hampir 24 jam, mulai dari lapak pedagang hingga area bongkar muat.
"Keberadaan sampah itu telah kita lakukan upaya pembersihan mulai dari lapak-lapak pedagang hingga ke tempat pembuangan sementara (TPS) yang ada," ujar Agus.
Setelah sampah dikumpulkan di TPS, pihak pengelola pasar kemudian berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta untuk proses pengangkutan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Namun, keterbatasan jumlah armada menjadi kendala utama dalam proses tersebut.
Menurut Agus, idealnya diperlukan sekitar 12 hingga 15 armada pengangkut sampah setiap hari untuk mengangkut seluruh volume sampah yang dihasilkan di Pasar Induk Kramat Jati.
Namun pada praktiknya, jumlah armada yang dapat disediakan oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup hanya sekitar delapan unit per hari. Keterbatasan armada tersebut menyebabkan tidak seluruh sampah dapat terangkut setiap hari.
Akibatnya, terjadi deposit atau sisa sampah yang terus bertambah dari hari ke hari hingga menumpuk seperti kondisi saat ini. "Sehingga setelah itu yang kemudian membuat deposit sampah setiap harinya, dan kondisi itu terus menumpuk hingga seperti sekarang," ucap Agus.
Meski demikian, dia tetap mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dalam menangani persoalan sampah di Pasar Induk Kramat Jati.
Agus menyebutkan, berbagai pihak di lingkungan Dinas LH telah bekerja maksimal untuk membantu pengelolaan sampah di kawasan tersebut.
"Kami tetap mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman dinas, baik Kepala Dinas, Kepala Suku Dinas LH, maupun teman-teman Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Kramat Jati yang sudah luar biasa melakukan upaya untuk menanggulangi penanganan sampah di Pasar Induk Kramat Jati ini," jelas Agus.
Persoalan utama yang perlu segera diselesaikan adalah pemenuhan jumlah armada pengangkut sampah agar sesuai dengan kebutuhan ideal. "Memang patut kita sadari bahwa permasalahannya sudah jelas, yaitu kurangnya armada yang kemudian menyebabkan potensi penumpukan sampah itu terjadi," paparnya.
Dengan terpenuhinya armada, Agus berharap tidak ada lagi penumpukan sampah yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan maupun gangguan bagi aktivitas pasar dan warga sekitar.
"Oleh karena itu, kita berharap agar armada itu bisa segera terpenuhi dan ideal, sehingga setiap hari sampah yang ada ini bisa terangkut ke Bantar Gebang," ujar Agus.
- pasar induk kramat jati
- sampah menggunung
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
ASDP Hadir sebagai Jembatan Harapan di Tengah Banjir Bandang Pulau Siau
-
Prediksi Arsenal vs Liverpool Malam Ini: Laga Pembuktian bagi The Reds untuk Tetap Bisa Bersaing
-
Tingkatkan Efektivitas Pengawasan Lembaga, Kriminolog Usul Ada Dua Wakapolri untuk Wilayah Timur dan Barat Indonesia
-
Klasemen Liga Inggris Usai Man City Seri dan Gagal Dekati Arsenal
-
Bank Kamboja yang Didirikan Bos Scamming Chen Zhi Dilikuidasi
-
96% Perusahaan di ASEAN+ Akan Tingkatkan Investasi AI hingga 15% pada 2026
-
Pemprov Bali Rancang Perda Larangan Alih Fungsi Lahan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.