- Home
-
- Luar Negeri
-
- Flu Burung H5 Terdeteksi d...
Flu Burung H5 Terdeteksi di Negara Bagian Australia Kedua
Kamis, 25 Jun 2026, 02:15 WIBSYDNEY â Para ilmuwan telah mendeteksi strain flu burung H5 yang sangat menular di negara bagian Australia kedua, kata menteri pertanian negara itu pada Rabu (24/6).
Selama bertahun-tahun, Australia merupakan satu-satunya daratan benua yang bebas dari strain H5, yang telah menyebabkan penyakit parah dan angka kematian tinggi pada unggas dan burung liar di seluruh dunia. Namun dua kasus H5 telah dikonfirmasi pada burung migran yang ditemukan di Negara Bagian Australia Barat, dan para pejabat kini memperingatkan adanya infeksi ketiga yang ditemukan ratusan kilometer jauhnya di Australia Selatan.
âIni jelas mengkhawatirkan, tetapi mengingat penyebaran H5 secara global, tidak mengherankan jika burung migrasi lainnya mungkin telah tiba di lokasi lain di sepanjang garis pantai Australia,â kata Menteri Pertanian Julie Collins kepada wartawan.
âPada tahap ini, belum ada bukti kematian massal. Belum ada pula bukti infeksi pada unggas atau dalam sistem produksi pertanian kita. Risiko terhadap kesehatan manusia tetap rendah,â imbuh Collins
Konfirmasi penyebaran H5 berpotensi menyebabkan gangguan yang signifikan. Salah satu produsen unggas terbesar di negara ini telah menutup peternakan di Australia Barat dalam upaya untuk tetap bebas dari penyakit.
Negara tetangga Papua Nugini sempat menangguhkan impor telur dan daging ayam Australia meskipun larangan ini telah dicabut dengan beberapa pengecualian.
âKami terus menjalin komunikasi yang konstruktif dengan pemerintah Papua Nugini sejak pemberitahuan penangguhan tersebut untuk mencabut pembatasan perdagangan ini,â kata Collins.
Kepala petugas veteriner pemerintah, Beth Cookson, mengatakan para ilmuwan masih mengumpulkan detail tentang bagaimana H5 mungkin menyebar. Sejauh ini tampaknya dampaknya terbatas pada burung laut migrasi tanpa mengancam populasi asli lainnya yang rentan, kata dia.
â Kami baru saja menerima informasi tentang deteksi di Australia Selatan. Kami masih dalam tahap investigasi,â kata dia kepada wartawan. âIni adalah burung laut, spesies migrasi, dan tidak ada indikasi bahwa ia telah menyebar di luar populasi tersebut.â
Terdapat kekhawatiran bahwa penyakit mematikan ini dapat menambah risiko kepunahan yang dihadapi oleh fauna Australia, yang banyak di antaranya unik bagi benua yang luas ini. Hampir separuh spesies burung liar Australia, dan 83 persen mamalianya, hanya ditemukan di wilayah ini dan tidak ada di tempat lain.
Burung liar yang paling terpengaruh oleh strain H5 meliputi unggas air, burung pantai, burung laut, dan burung pemangsa. Mamalia laut juga terpengaruh, dengan beberapa deteksi pada hewan lain seperti kucing, kambing, alpaka, dan babi.
Para pejabat mengatakan mereka sedang menyelidiki apakah penyakit tersebut tiba di Australia melalui burung-burung yang bermigrasi dari wilayah sub-Antartika.
Para ilmuwan mengatakan pekan lalu bahwa strain flu burung H5 telah membunuh lebih dari 13.000 anak anjing laut gajah setelah menginfeksi koloni perkembangbiakan di Pulau Heard dan McDonald yang terpencil, sebuah wilayah eksternal Australia di sub-Antartika. SB/AFP/I-1
- Flu Burung
- pelikan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Bappissus Hentikan Sementara Ribuan SPPG
-
Waspada, Status Eliminasi Malaria Tanjungpinang Terancam, Kasus Kembali Meledak Sejak 2024
-
Cegah Karhutla Masyarakat Orang Rimba Jadi Garda Terdepan di Jambi
-
Pastikan Kesiapan, Wamen Haji dan Umrah Cek Embarkasi Kertajati
-
Menkomdigi: TikTok Tutup 1,7 Juta Akun Anak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.