Presiden Korea Selatan Sebut Indonesia Mitra Strategis Tertinggi, Prabowo Tegaskan Kerja Sama Makin Kuat

Rabu, 01 Apr 2026, 19:35 WIB

Jakarta – Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, menegaskan bahwa Indonesia merupakan satu-satunya mitra dengan tingkat kemitraan tertinggi yang dimiliki negaranya. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden RI, Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan Blue House, Seoul, Rabu (1/4).

“Dalam pertemuan terakhir kita, kita berkomitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat tertinggi. Republik Korea hanya memiliki satu hubungan seperti ini dengan negara mana pun di dunia,” kata Presiden Lee.

Ket. Foto: Presiden Prabowo Subianto menghadiri dalam jamuan santap siang kenegaraan yang diselenggarakan oleh Presiden Republik Korea Lee Jae Myung sebagai bentuk penghormatan kepada pemimpin Indonesia di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), Seoul, Rabu (1/4). — Sumber: Antara

Pernyataan tersebut menegaskan posisi strategis Indonesia sebagai mitra utama Korea Selatan dalam berbagai sektor, mulai dari investasi hingga pengembangan industri. Lee menyebut hubungan kedua negara memiliki makna khusus dan bersifat saling melengkapi, terutama dalam penguatan sektor ekonomi dan teknologi.

“Indonesia merupakan tujuan pertama investasi perusahaan Korea dan mitra berharga yang telah membantu terwujudnya industri pertahanan Korea,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kerja sama konkret yang telah terjalin, termasuk pengembangan kendaraan listrik sebagai simbol kolaborasi masa depan kedua negara. Menurutnya, hubungan diplomatik yang telah berlangsung lebih dari 50 tahun mencerminkan kepercayaan yang kuat.

“Selama lebih dari 50 tahun sejak terjalinnya hubungan diplomatik, kita telah menjadi sahabat yang saling percaya dan mitra yang berharga,” kata Lee.

Di tengah ketidakpastian global, ia menilai Indonesia dan Korea Selatan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas serta memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan. “Di tengah ketidakpastian global dan berbagai tantangan, Korea dan Indonesia merupakan berkah bagi satu sama lain,” tuturnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pertemuan bilateral tersebut menghasilkan capaian yang produktif dan strategis bagi kedua negara. Hal itu disampaikan dalam jamuan santap siang kenegaraan di Cheong Wa Dae.

"Peningkatan hubungan bilateral kita menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus, bersamaan dengan penandatanganan beberapa perjanjian penting, mencerminkan kepercayaan mendalam dan visi bersama yang mengikat kedua negara kita," ujar Prabowo.

Ia meyakini bahwa peningkatan kemitraan tersebut akan memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi kedua negara. Prabowo juga menyoroti kesamaan sejarah antara Indonesia dan Korea Selatan, yang sama-sama berjuang keras untuk meraih kemerdekaan dan membangun bangsa.

"Kita memiliki banyak kesamaan dalam sejarah dan kepentingan bersama. Kedua negara kita harus berjuang sangat keras untuk kemerdekaan. Republik Korea telah berhasil dengan sangat baik menjadi negara industri yang sangat maju," katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan kekagumannya terhadap kemajuan Korea Selatan, khususnya dalam bidang industri dan etos kerja masyarakatnya. Ia bahkan mengutip pepatah Korea, “함께 가면 멀리 간다” (hamkke gamyeon meolli ganda), yang berarti “kalau pergi bersama, kita akan pergi jauh.”

"Kami mengagumi pencapaian Anda. Kami mengagumi kedisiplinan Anda, kerja keras Anda, dan keinginan Anda untuk selalu mengatasi tantangan," ucapnya.

Jamuan kenegaraan tersebut menjadi simbol penghormatan diplomatik sekaligus memperkuat komitmen kedua negara dalam membangun kemitraan strategis yang berorientasi pada masa depan.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.