Sejumlah Fenomena Langit Terjadi Sepanjang April 2026
Senin, 30 Mar 2026, 13:25 WIBJAKARTA - Berbagai peristiwa astronomi menakjubkan akan menyapa wilayah Indonesia sepanjang bulan April tahun 2026. Masyarakat dapat menyaksikan keindahan alam tersebut menggunakan alat bantu optik maupun mata telanjang.
Melansir dari laman National Geographic peristiwa Pink Moon akan mengawali rangkaian fenomena langit pada tanggal 1 April 2026 mendatang. Penamaan tersebut merujuk pada mekarnya bunga liar musim semi yang disebut sebagai lumut merah muda.
Planet Merkurius juga akan menunjukkan diri dengan mencapai posisi elongasi barat terbesar pada 3 April. Ia akan lebih mudah terlihat di ufuk timur sesaat sebelum cahaya fajar menyapa Bumi.
Komet baru bernama C/2026 A1 (MAPS) diprediksi akan bersinar sangat terang pada 4 April. Objek luar angkasa ini berpotensi menciptakan pertunjukan cahaya luar biasa saat mendekati posisi Matahari.
Parade planet yang melibatkan Merkurius, Mars, dan Saturnus akan menghiasi langit pada pertengahan bulan. Ketiga benda langit tersebut tampak sejajar di atas cakrawala timur sebelum matahari mulai terbit.
Pemandangan inti Galaksi Bima Sakti akan terlihat sangat jelas pada dini hari tanggal 17 April. Jutaan bintang diperkirakan bakal memenuhi ruang angkasa karena kondisi langit yang sangat gelap tanpa Bulan.
Konjungsi antara bulan sabit, Venus, serta gugusan Pleiades terjadi pada tanggal 18 hingga 19 April. Ketiganya akan bertahan di atas cakrawala barat selama durasi waktu sekitar dua sampai tiga jam.
Puncak hujan meteor Lyrid diprediksi akan berlangsung pada tanggal 21 hingga 22 April 2026. Fenomena ini berpotensi menghasilkan sekitar 10 sampai 15 meteor yang melesat pada setiap jamnya.
Galaksi Pusaran Air atau M51 dapat diamati oleh masyarakat hampir sepanjang bulan April ini. Objek berbentuk spiral tersebut menjadi bagian dari musim galaksi yang menawarkan pemandangan ruang angkasa terbaik.
Melansir dari laman Live Science momen bulan terbit saat senja menjadi waktu ideal bagi fotografer. Penggunaan teropong atau teleskop kecil disarankan untuk melihat detail kawah permukaan bulan secara jelas.
Fase bulan baru pada 17 April menjadikan periode tersebut sebagai waktu tepat pengamatan objek redup. Pengamat dapat melihat galaksi dan gugus bintang yang biasanya sulit terlihat karena polusi cahaya bulan.
Komet C/2025 R3 (PanSTARRS) juga diprediksi menjadi salah satu objek paling menarik pada tahun 2026. Ia kemungkinan akan semakin terang saat mendekati bumi pada akhir bulan April mendatang.
Kamera dengan kemampuan cahaya rendah sangat ideal untuk menangkap keindahan hujan meteor serta astrofotografi. Penggunaan lensa sudut lebar akan membantu pengamat mendapatkan hasil gambar yang lebih dramatis dan estetis.
Fenomena astronomi bulan ini menawarkan pengalaman berharga bagi para pengamat langit pemula maupun profesional. Keindahan langit malam tersebut menjadi momen yang sangat sayang untuk dilewatkan oleh seluruh masyarakat. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Bupati Pati Sudewo Ogah Mundur, Pakar Hukum Sebut Bisa Diberhentikan Karena Kebijakan Tak Libatkan Rakyat
-
PP Tunas Diterapkan, Permainan Tradisional Jadi Alternatif Kurangi Ketergantungan Medsos
-
Kerja Sama RI–Korea: Internet Lebih Stabil, Data Kian Aman, Talenta AI Diperkuat
-
Wagub DKI Jakarta Imbau Masyarakat Waspada Wabah Virus Superflu
-
Bupati Lumajang Sebut Ketahanan Pangan Dimulai Kemandirian Olahan Lokal
-
Victoria Mboko, Petenis Muda Kanada Siap Menapaki Panggung Elit Dunia
-
BP Tapera Cetak Rekor Penyaluran Rumah Subsidi 2025: Hampir 280 Ribu Unit Tersalur
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.