Konflik AS–Israel–Iran Memanas: Rupiah Jadi Korban, Tembus Level Psikologis Rp17 Ribu
Senin, 30 Mar 2026, 17:15 WIBJAKARTA â Nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.000 per dolar AS mencerminkan tekanan eksternal yang kuat, terutama dari eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Ketegangan ini meningkatkan ketidakpastian global dan mendorong investor mencari aset aman seperti dolar AS, sehingga memperkuat dolar dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Senin (30/3), melemah 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp17.002 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp16.980 per dolar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan ini dipicu eskalasi perang Iran pasca kelompok Houthi membuka front baru dalam perang.
âPasar tetap waspada terhadap potensi eskalasi perang Iran setelah kelompok Houthi yang berbasis di Yaman menyerang Israel pada akhir pekan lalu. Kelompok Houthi dapat membuka front baru dalam perang, mengingat mereka memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan di Laut Merah,â ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Mengutip Sputnik, Gerakan Ansar Allah Yaman, atau Houthi, menyerang Israel dengan rudal untuk kedua kalinya dalam sehari dan akan melanjutkan serangan sampai Israel menghentikan serangannya terhadap Iran dan Lebanon.
Sebagaimana dilaporkan Anadolu, Pemimpin Houthi Yaman Abdul-Malik al-Houthi telah mengatakan bahwa kelompoknya akan mendukung Iran melawan "agresi AS-Israel," dan siap menghadapi perkembangan apapun dalam konfrontasi yang sedang berlangsung.
Serangan ilegal AS dan Zionis Israel terhadap Iran dianggap oleh Houthi sebagai "perang terhadap Islam dan Muslim" dan memperingatkan bahwa konflik tersebut menargetkan seluruh wilayah.
Sentimen lainnya berasal dari kesiapan Iran menghadapi invasi darah oleh AS pasca Washington mengerahkan ribuan pasukan ke Timur Tengah.
âPresiden Donald Trump mengatakan bahwa negosiasi dengan Iran berjalan dengan baik dan kesepakatan mungkin akan segera tercapai. Namun, ia tidak menyebutkan tenggat waktu yang jelas, sambil juga memperingatkan akan adanya serangan lebih lanjut terhadap Tehran,â ujar dia.
Melihat data ekonomi AS, Universitas Michigan mengungkapkan bahwa rumah tangga Amerika mulai pesimis tentang kondisi ekonomi.
âSentimen Konsumen pada bulan Maret turun dari 55,5 menjadi 53,3, di bawah perkiraan 54. Ekspektasi inflasi untuk 12 bulan ke depan melonjak dari 3,4 persen pada bulan Februari menjadi 3,8 persen, sementara untuk lima tahun tetap tidak berubah di 3,2 persen,â ungkap Ibrahim.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate(JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.993 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.957 per dolar AS.
- rupiah hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Trump Nilai Iran Sengaja Ulur Waktu Perundingan
-
Singapura Tolak Pengenaan Tarif Bagi Kapal yang Melintasi Selat Malaka
-
Pemprov Papua Tengah Usulkan 70 Blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) ke Kementerian ESDM
-
Rupiah Hari Ini Kembali Tertekan, Konflik AS–Iran Kembali Guncang Pasar Keuangan Global
-
Mengenang Zulmansyah Sekedang, Sosok Total dan Berdedikasi
-
Pemprov DKI Jalin Kolaborasi dengan Investor Bangun Ekosistem "Charging" Bus Listrik di Lahan Pemda
-
Liga Inggris: Manchester United Selangkah Lagi Lolos ke Liga Champions Usai Tumbangkan Brentford
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.