- Home
-
- Luar Negeri
-
- Iran Serang Pabrik Alumini...
Iran Serang Pabrik Aluminium di Teluk, Houthi Bergabung Dukung Teheran
Senin, 30 Mar 2026, 01:00 WIBTeheran â Iran pada Minggu (29/3), mengklaim telah menyerang dua pabrik aluminium utama di Teluk, meningkatnya ketegangan ekonomi akibat perang Timur Tengah, setelah Houthi Yaman yang didukung Teheran turut bergabung dalam konflik. Perang yang dimulai pada 28 Februari dengan serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran telah meluas, mengguncang pasar energi dunia dan mengancam ekonomi global.
Dikutip dari AFP, di ibu kota Teheran, dua ledakan mengguncang kota pada Minggu pagi, menurut jurnalis AFP. Belum jelas sasaran ledakan, namun Al Araby melaporkan sebuah rudal Israel menghantam gedung kantor mereka. Rekaman memperlihatkan jendela pecah, jalan dipenuhi puing, dan kerusakan bangunan sekitar.
"Saya merindukan tidur malam yang tenang," kata seorang seniman di Teheran kepada AFP. Ia menambahkan, aksi mogok malam sebelumnya "sangat dahsyat sehingga terasa seperti seluruh Teheran berguncang".
Media pemerintah Iran melaporkan serangan AS-Israel juga menimpa dermaga di Bandar Khamir dekat Selat Hormuz, yang kini ditutup bagi pelayaran musuh. Iran menembakkan rudal dan drone ke pabrik aluminium di Bahrain dan Uni Emirat Arab. Garda Revolusi Iran menyebut pabrik itu terkait industri militer AS. Emirates Global Aluminium (EGA) melaporkan enam orang terluka dan kerusakan signifikan, sementara Aluminium Bahrain (ALBA) melaporkan dua karyawan terluka.
Kelompok Houthi Yaman pada Sabtu (28/3), mengklaim serangan pertama mereka dalam perang ini, menembakkan "rentetan rudal jelajah dan drone" ke lokasi strategis di Israel. Serangan ini memicu kekhawatiran perang meluas ke Laut Merah, memaksa Arab Saudi mengalihkan sebagian ekspor minyak.
Irak juga terlibat, sementara Suriah melaporkan menggagalkan serangan pesawat tak berawak dari Irak yang menargetkan pangkalan militer AS. Konflik ini didukung kelompok pro-Teheran di Irak.
Mediasi Pakistan
Pakistan akan menjadi tuan rumah pertemuan menteri luar negeri Arab Saudi, Turki, dan Mesir di Islamabad pada Senin. Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar menegaskan, "dialog dan diplomasi tetap menjadi satu-satunya jalan yang layak untuk perdamaian abadi."
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menyatakan pertemuan langsung AS-Iran di Pakistan "segera" diharapkan. Utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, menyebut pertemuan itu bisa segera berlangsung dengan rencana 15 poin untuk menyelesaikan konflik.
USS Tripoli, kapal serbu amfibi membawa 3.500 Marinir dan pelaut, tiba di Timur Tengah. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan AS telah "mencapai semua tujuan militernya" di Iran, tetapi perang harus berlanjut "sedikit lebih lama". Pentagon menyiapkan operasi darat potensial termasuk serangan di Pulau Kharg dan lokasi dekat Selat Hormuz, meski belum ada persetujuan Trump. Garda Revolusi Iran mengancam menyerang kampus AS di Timur Tengah jika Washington tidak mengutuk serangan AS-Israel terhadap universitas di Iran.
Korban di Lebanon
Serangan Israel berlanjut di Lebanon setelah Hizbullah menembakkan roket ke wilayah Israel pada 2 Maret. Pada Sabtu, militer Israel menewaskan tiga jurnalis di selatan Lebanon, yang dikutuk pemerintah Lebanon sebagai kejahatan perang. Serangan juga menewaskan sembilan paramedis, menurut kementerian kesehatan Lebanon. Tentara Israel melaporkan satu tentaranya tewas di Lebanon selatan.
Nasima Ismail, seorang ibu pengungsi di utara Beirut, mendaftarkan anak-anaknya di lembaga kejuruan meski sumber daya terbatas karena perang mengganggu pendidikan ratusan ribu siswa.
"Saya ingin mereka menyelesaikan pendidikan mereka, meskipun kita tidak akan memiliki apa pun," ujarnya. "Aku berharap mereka memiliki hari-hari yang lebih baik daripada hari-hari kita."
Perang yang meluas ini menimbulkan ketidakpastian besar bagi ekonomi global, keamanan regional, dan pendidikan generasi muda, dengan konflik yang terus bergerak cepat di berbagai front.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Alarm Pangan Berbunyi! Perpres Penyelamatan Segera Diterbitkan
-
Trump Mengaku Bicara dengan Hezbollah dan Netanyahu, Konflik Lebanon Memasuki Babak Baru
-
PDIP: Gugurnya 8 Prajurit TNI di Lebanon Momentum PBB untuk Bersikap Lebih Tegas
-
Indonesia Usul Sidang Darurat DK PBB Gandeng Prancis Terkait Gugurnya Pasukan UNIFIL
-
Potensi Terjadi Hujan Deras di Jakarta Saat Idul Fitri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.